Penyakit Ngorok Pada Ternak Sapi

BhumiAndhini.com Penyakit menjadi salah satu kondisi dimana ada sesuatu yang salah dalam tubuh makhluk hidup. Ada metabolisme yang berjalan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Ada berbagai macam hal yang mampu menyebabkan makhluk hidup terkena penyakit. Kali ini, makhluk hidup yang dibahas adalah ternak sapi. Ketika ternak sapi mengalami penyakit, maka ini akan membuat kerugian tersendiri pada peternak. Misalnya ternak menjadi mati, berat badannya menurun dengan sangat drastis, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah salah satu jenis penyakit yang cukup ditakuti oleh para peternak yaitu penyakit ngorok.

Dalam bahasa ilmiah, penyakit ngorok juga dikenal dengan Septicemia apizootica (SE). Penyakit ini mampu membuat ternak mengalami kematian. Sifat dari penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) adalah akut. Ketika ternak sapi sudah menunjukkan terserang gejala penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE), maka peternak harus segera memberikan penanganan secara dini. Apabila tidak, maka sapi akan mengalami kematian. Ternak disini tidak hanya ternak sapi saja, namun juga ternak kerbau, kambing, kuda, dan domba.

 

 

Penyebab dari penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) adalah karena adanya bakteri yang dikenal dengan Pasteurella Multcida. Apabila salah satu ternak sapi sudah terserang penyakit ini, maka ternak sapi ini harus dipisahkan dari ternak yang lain. Hal ini dikarenakan penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit yang menular. Penularan penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) bisa lewat kontak langsung, adanya kontaminasi bakteri pada makanan, minuman, dan berbagai macam alat peternakan.

Gejala dari ternak sapi yang terserang penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) adalah

  1. tubuh ternak menjadi sangat gemetar
  2. mengalami demam yang sangat tinggi sehingga ternak sapi terlihat lesu dan lelah
  3. adanya pembengkakan di beberapa bagian tertentu seperti tenggorokan, kepala, kaki, leher, dan bawah gelambir
  4. Kotoran ternak atau feses akan menjadi sedikit cair. Tidak hanya itu, seringkali feses juga disertai dengan darah.
  5. Ternak menjadi sulit bernapas ketika adanya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh tersebut. Ketika ternak mengalami kesulitan untuk bernapas, maka suara napasnya akan terdengar seperti ngorok. Inilah yang menyebabkan penyakit ini disebut penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE).

Pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) adalah

  1. Menghubungi dokter hewan atau petugas peternakan apabila ditemukan adanya ternak sapi yang mengalami gejala ini.
  2. Memisahakn ternak yang sehat dari ternak yang sakit. Dengan begitu, gejala oenyakit ngorok atau Septicemia apizootica (SE) tidak akan menyebar ke ternak yang masih sehat.
  3. Melakukan vaksinasi dengan teratur pada ternak sapi
  4. Memberikan antibiotik dan obat dengan dosis tertentu agar ternak bisa cepat sembuh
Berbagai sumber.