Penyakit Kuku Busuk

Berbagai penyakit yang menyerang sapi tentu menimbulkan kerugian tersendiri bagi para peternak. Tidak menutup kemungkinan, apabila sapi yang sakit tidak mendapatkan penangan yang lebih serius, mereka akan mengalami kematian. Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan mampu membuat si sapi enggan untuk bergerak adalah penyakit kuku busuk. Penyakit ini membuat sapi lebih senang untuk duduk, dan makan ala kadarnya. Mungkin penyakit ini terdengar sepele. Namun, apabila tidak mendapatkan penanganan secepatnya, maka akan membuat kerugian tersendiri. Kerugian yang akan dialami peternak jika tidak mengobati sapi yang terkena penyakit kuku busuk adalah:

  1. Kenaikan berat badan yang dialami oleh sapi sangat rendah
  2. Nafsu makan menurun
  3. Sapi memiliki kondisi fisik yang buruk
  4. Harga jual sapi jadi turun / rendah
  5. Sapi merasa kesakitan dan kesulitan saat berjalan
  6. Mampu membuat sapi terkena berbagai penyakit lainnya
  7. Bisa menular ke sapi lain

 

 

Sapi akan mengalami berbagai gejala sebelum terserang penyakit yang satu ini. Coba perhatikan pada kuku dari ternak sapi. Gejala yang muncul ialah mengelupasnya selaput kuku akibat adanya jaringan yang mati, dibagian tumit dan celah kuku sapi menjadi bengkak, keluar cairan putih kekuningan (nanah) yang kotor dan berbau tidak sedap, yang terakhir sapi akan merasakan sakit yang teramat hingga tidak bisa jalan. Apabila para peternak membiarkannya, maka kakinya bisa lumpuh.

Penyebab dari penyakit kuku busuk adalah sapi terserang kuman Fusiformis necrophorus. Kuman ini tidak masuk melalui mulut, dan tinggal di dalam sapi. Kuman ini akan berkembang biak di celah kuku sapi. Kuman ini mampu hidup dan berkembang biak sampai bertahun – tahun sebelum akhirnya membuat sapi merasa kesakitan.

Berbagai hal yang mampu membuat kuman Fusiformis necrophorus tinggal di celah – celah kuku sapi adalah sebagai berikut:

  1. Sapi sering berjalan di tempat yang kasar, tajam, dan keras. Sehingga, bebatuan yang ada bisa masuk ke dalam celah kuku dan membuat luka.
  2. Kondisi kuku sapi yang lunak dan lemah. Hal ini dikarenakan sapi tidak pernah dibawa keluar ke padang rumput atau sekedar jalan – jalan. Sapi selalu berada di dalam kandang terus menerus.
  3. Adanya goresan, lecet, dan luka di celah kuku dan tumit sapi. Disini adalah tempat yang sangat ideal untuk kumat hidup dan berkembang biak.
  4. Kaki sapi terkena tonggak yang tajam, pecahan kaca, atau paku
  5. Lantai peternakan yang selalu lembab dan basah akibat lumpur, air, kotoran sapi, dan air kencing yang bercampur menjadi satu.

Pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan adalah, membersihkan tumit dan celah kuku sapi secara rutin. Peternak hanya perlu merendamnya ke dalam larutan atau cairan copper sulphate dengan konsentrasi 3% atau dengan formalin 10%.