Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis Pada Ternak

BhumiAndhini.com Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis atau yang bisa disingkat dengan IBR menajdi salah satu penyakit pada ternak sapi yang bisa menular. Penyakit yang satu ini membuat sistem reproduksi sapi jadi terganggu. Infeksi diduga menjadi dalang dari penyakit yang satu ini. Apabila ternak sapi terkena Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis, maka ternak akan mengalami penurunan fertilitas, kemajiran ternak, dan keguguran. Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis disebabkan oleh Bovine herpesvirus-1 (BHV-1). Ada berbagai macam gejala yang muncul apabila sapi terserang penyakit yang satu ini seperti ensefalitis, konjungtivitis, lesu, dan demam. Gejala ini muncul pada sapi jantan. Sedangkan pada sapi betina, maka akan mengalami keguguran, menurunnya tingkat fertilitas, dan penurunan produksi susu.

Biasanya ternak sudah menunjukkan gejala terkena Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis. Apabila gejala ini ditindaklanjuti dengan lebih awal dan lebih cepat, maka ternak bisa sembuh dari Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis. Sayangnya, banyak peternak yang sering mengabaikan gejala – gejala tersebut. Mereka menganggap bahwa itu hanya penyakit biasa. Gejala pada umumnya yang menunjukkan bahwa ternak sapi menderita Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis adalah adanya gangguan pada sistem pernapasan. Ternak akan sering mengalami batuk – batuk, demam dengan suhu yang sangat tinggi bahkan mencapai 42 derajat celcius, produksi susu mengalami penurunan, berat badan sapi menurun drastis, dan terjadinya aborsi. Ketika sapi sudah sakit, biasanya mereka enggan untuk makan. Apabila peternak tidak meninjau lebih lanjut akan hal ini, tentu saja menjadi hal yang sangat berbahaya. Sapi tidak akan memiliki tenaga untuk melawan Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis.

Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis merupakan salah satu jenis penyakit yang menular. Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis bisa ditularkan lewat saluran pernapasan dan semen. Virus penyakit ini terletak sangat banyak pada saluran pernapasan. Apabila ternak sapi yang sudah terkena Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis mengalami kontak langsung dengan ternak sapi yang sehat, bisa dipastikan ternak sapi yang sehat ini akan tertular. Apabila peternak membuka peternakan penggemukan sapi, maka penyebaran virus akan semakin cepat terjadi. Hal ini dikarenakan pada kandang sapi penggemukan, badan ternak sapi satu sama lain akan bersenggolan. Tidak hanya itu, ternak juga bercampur menjadi satu. Inilah yang membuat penyebaran virus menjadi lebih efektif pada ternak sapi penggemukan.

Diagnosis Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis bisa dilakukan dengan beberapa teknik. Seperti Uji serologi, isolasi virus, teknik immunoassay, dan teknik molekuler biologi. Peternak bebas memilih teknik yang akan digunakan untuk mendeteksi Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis.

Untuk cara pencegahan yang bisa dilakukan agar ternak sapi tidak terkena Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis adalah dengan melakukan vaksinasi pada ternak sapi. Berikan vaksin setiap satu tahun sekali. Sedangkan untuk mengobati ternak sapi yang sudah terinfeksi Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis adalah dengan memberikanvitamin, cairan elektrolit, dan antibiotika spectrum luas.

Berbagai sumber.