Penyakit Bovine Viral Diarreha Pada Ternak Sapi

BhumiAndhini.com Memiliki ternak sapi yang sehat tentu menjadi idaman para peternak di dunia. Apalagi jika sapi tersebut merupakan sapi yang produktif. Peternak tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan pengobatan bagi sapi yang sakit. Tidak hanya itu, pemasukan juga tidak akan terganggu apabila seluruh ternaknya memiliki kondisi yang sehat dan produktif. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa di dunia ini terdapat berbagai macam bakteri dan virus yang ada di sekitar ternak. Ada yang bisa langsung mati dengan diberi obat, namun ada juga yang harus diberi berbagai macam asupan dan perlakuan agar bakteri dan virus tersebut bisa mati.

Ada berbagai macam penyakit yang mengancam kesehatan ternak sapi. Salah satunya adalah penyakit Bovine Viral Diarreha (BVD). Penyakit yang satu ini merupakan salah satu penyakit yang dihindari peternak, karena menyerang sapi yang berusia produktif atau sapi muda. Berikut ini adalah berbagai gejala yang dialami oleh ternak sapi yang terserang Bovine Viral Diarreha (BVD).

 

 

Sapi yang terserang Bovine Viral Diarreha (BVD) akan mengalami demam dengan suhu yang sangat tinggi, adanya cairan disekitar hidung dan mulut yang berwarna putih, sapi terlihat sangat lemah sehingga tidak mampu melakukan apapun, depresi, adanya penurunan berat badan yang sangat signifikan pada sapi potong, pernapasan menjadi tidak teratur, denyut jantung menjadi meningkat, apabila menyerang sapi yang hamil maka akan terjadi aborsi, apabila menyerang sapi perah maka produksi susu akan berkurang, adanya kerusakan jaringan pada sapi, ternak terkena diare diikuti bau yang sangat busuk, kotoran bercampur darah, dan apabila sudah sangat parah maka akan membawa sapi pada kematian.

Bisa dikatakan gejala yang muncul pada sapi yang terserang Bovine Viral Diarreha (BVD) harus diwaspadai. Karena, ada beberapa gejala yang menyerupai dengan gejala penyakit lainnya. Apabila ternak salah didiagnosa, maka pengobatan yang diberikan juga tidak akan sesuai. Apabila pengobatan yang diberikan tidak sesuai dengan penyakit yang diderita oleh sapi, maka akan membuat ternak sapi mengalami kematian. Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan bagi sapi yang belum terkena Bovine Viral Diarreha (BVD) maupun sapi yang sudah terkena Bovine Viral Diarreha (BVD).

Penyakit Bovine Viral Diarreha (BVD) merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh virus. Hal inilah yang membuat pengobatan hanya memiliki sifat supportif untuk meminimalisir gejala klinis. Sapi yang sudah terserang penyakit Bovine Viral Diarreha (BVD) harus diberi vaksin indaktif setiap satu tahun sekali.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk sapi yang belum terserang penyakit Bovine Viral Diarreha (BVD) adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan serta pangan pada ternak sapi. Ini akan meminimalisir penyebaran virus yang membuat ternak sapi menderita penyakit Bovine Viral Diarreha (BVD).

Berbagai sumber.