Pemanfaatan Rumput Odot Untuk Pakan Ternak

Menyediakan pakan untuk ternak menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan setiap peternak. Salah satu jenis rumput yang sering digunakan sebagai pakan ternak adalah Rumput Odot atau Pennisetum Purerium. Rumput yang satu ini mungkin jarang didengar di masyarakat. Namun, khasiat dari rumput ini tidak boleh disepelekan. Hal ini dikarenakan potensi yang diberikan oleh rumput odot sangaatlah tinggi untuk ternak seperti kambing, sapi, domba, dan hewan ternak lainnya. Di zaman yang semakin modern ini, banyak peternak yang mulai membudidayakan Rumput Odot sebagai pakan ternak. Umumnya, tinggi dari rumput odot hanya sekitar satu meter saja. Banyak orang yang berpikir bahwa rumput odot dan rumput gajah merupakan jenis rumput yang sama. Perlu diketahui bahwa kedua jenis rumput ini adalah berbeda.

Rumput gajah bisa mencapai ketinggian 4,5 meter. Tidak dengan rumput odot. Bagi Anda yang pernah melihat daun pandan, maka begitulah visual dari rumput odot. Daunnya rapat dan panjang. Sehingga, rumput odot dinilai sebagai salah satu jenis rumput yang sangat efisien dan efektif untuk ditanam disuatu lahan.

 

 

Beberapa peneliti dari IPB melakukan sejumlah penelitian terhadap rumput odot ini. Terbukti bahwa setiap hektarnya, bisa dihasilkan 60 ton lebih rumput odot. Apabila panen baru dilakukan pertama kali, maka biasanya terjadi sekitar tiga sampai empat bulan. Untuk panen selanjutnya, biasanya berkisar antara lima puluh sampai enam puluh hari. Peternak bisa menyimpan rumput odot sampai tiga hari lamanya. Tidak memerlukan perlakuan khusus agar rumput bisa tetap segar. Ternak masih akan lahap untuk makan rumput odot yang sudah disimpan selama tiga hari lamanya.

Ciri – ciri yang terlihat dari rumput odot adalah:

  1. Memiliki tunas (rhizoma) dan berumpun
  2. Batang dan daunnya tidak berbulus dan halus
  3. Laju pertumbuhannya bisa dikatakan cepat. Inilah yang membuat rumput odot sering disamakan dengan rumput gajah
  4. Akarnya dalam dan sangat kuat
  5. Batang dan daunnya lembut, sehingga bisa dimakan ternak dengan sangat mudah. Peternak tidak perlu mencacah atau menghaluskan rumput odot saat akan diberikan pada ternak.
  6. Kadar airnya cukup tinggi yaitu 80%. Ini membuat ternak terhindar dari dehidrasi saat diberi pakan rumput odot.

Apabila Anda tertarik untuk menanam rumput odot, maka diperlukan kehati – hatian dan ketelitian tingkat tinggi saat memilih bibit rumput odot. Jangan sampai bibit yang Anda pilih merupakan bibit dengan kualitas rendah, dan justru membuat peternak jadi rugi. Berikut ini adalah kriteria bibit unggul yang bisa dipilih:

  1. Memiliki batang yang halus, besar, dan juga tidak berbulu sama sekali
  2. Panjang stek setidaknya 20 cm
  3. Bibit bewarna hijau kekuningan
  4. Usianya tidak terlalu muda
Berbagai sumber.