Archive / Artikel peternakan indonesia

RSS feed for this section

Artikel yang mengulas seputar dunia peternakan indonesia.

Jenis jenis sapi potong

bhumi andhini (5)

Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).

Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.

Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.

 

Berbagai sumber.

Potensi bisnis budidaya sapi pedaging

bhumi andhini

Selamat siang sahabat BAFE, kali ini admin mau Share informasi menarik, mari kita ambil peluang besar dari artikel ini. Selamat membaca 🙂

Pertumbuhan ekonomi penduduk Indonesia nyatanya berpengaruh besar pada permintaan daging sapi nasional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), kebutuhan daging sapi tahun depan mencapai 640.000 ton. Jumlah ini meningkat 8,5 persen dibandingkan proyeksi tahun ini yang sebanyak 590.000 ton.

Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano mengatakan, dengan kenaikan kebutuhan daging sapi tersebut, populasi sapi yang siap dipotong seharusnya juga meningkat. Bila tahun ini populasi sapi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging mencapai 3,1 juta ekor, tahun depan bisa melonjak menjadi 3,4 juta ekor.

Sayangnya, peningkatan kebutuhan daging sapi tersebut tidak diimbangi dengan populasi ketersediaan sapi siap potong di dalam negeri. Walhasil, pengadaan sapi dari impor masih belum dapat di rem. “Yang dapat dipasok sapi dari lokal hanya 2,3 juta ekor,” kata Joni, Senin (27/10/2014).

Dengan perhitungan tersebut, Joni bilang, tambahan pasokan sapi yang harus didatangkan dari impor idealnya mencapai 1,1 juta ekor. Melihat kondisi ini, Apfindo menyarankan agar perhitungan indikatif impor sapi tahun depan bisa meningkat.

Sumber : Tribun News

NB :
Konsumsi daging sapi sampai desember 2015 ini telah mencapai 3,1 juta dan negara mengimport daging sapi sebanyak 1,1 juta. MIRIS !

Diproyeksikan tahun 2016, negara akan mengimport kembali daging sapi sebanyak 1 juta. 🙁

Ayoo para peternak, kita wujudkan indonesia SWASEMBADA DAGING SAPI. Bisa, harus bisa, pasti bisa.

Sapi Bali

Sapi Bali

Ada 11 provinsi utama yang memiliki populasi sapi Bali terbanyak. Populasi terbanyak di Sulawesi Selatan, Bali, NTT, NTB, Sumsel , Sultra, Gorontalo, Kalsel, Sulteng, Sulbar, dan Lampung. Sapi Bali merupakan sumberdaya genetik hewan asli Indonesia, karena kerabat liarnya ada di Indonesia.

Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia yang ciri – cirinya khas dan berbeda dari bangsa sapi lainnya. Keunggulan sapi Bali : memiliki efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik dan persentase karkasnya tinggi (karkasnya bahkan bisa mencapai 57%), Selanjutnya yang juga sangat menarik adalah daya adaptasinya terhadap lingkungan yang sangat baik,dan yang tidak kalah penting adalah kemampuannnya menggunakan sumber pakan yang terbatas.

Artikel disadur dari Wikipedia