Archive / Artikel peternakan indonesia

RSS feed for this section

Artikel yang mengulas seputar dunia peternakan indonesia.

Penyakit Surra Pada Sapi

Terdapat berbagai macam penyakit yang menyerang sapi dan mampu mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera. Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan cukup popler adalah Penyakit Surra. Penyakit yang disebabkan oleh trypanosoma evansi ini memindahkan parasit dari sapi yang sakit ke sapi yang lain. Vektor yang menyebarkan parasit penyebab penyakit surra adalah binatang sejenis lalat seperti stomoxys, tabanus, lyperosia, dan chrysop. Ketika sapi sudah terkena penyakit surra, maka bobot sapi akan turun dengan drastis. Biasanya, lalat ini akan menghisap darah sapi di pagi atau sore hari.

Penyakit surra tidak hanya ditularkan lewat lalat penghisap darah saja. Namun, juga bisa melalui binatang dengan golongan Arthropoda seperti musca, anopheles, caplak, dan kutu. Penyakit ini juga bisa ditularkan lewat darah dari daging sembelih yang menderita penyakit surra.

Biasanya, penularan penyakit surra akan terjadi dengan sangat cepat saat musim hujan tiba. Hal ini dikarenakan pada musim hujan, kondisi disekitar kandang basah dan banyak air yang menggenang. Disinilah lalat akan berkembang biak dengan mudahnya. Sehingga, penyakit ini perlu diwaspadai ketika musim hujan tiba.

Apabila seekor sapi sudah terlanjur terkena penyakit surra, berikut ini adalah gejala yang akan ditimbulkannya.

  1. Badan lesu dan lemah. Sapi jadi tidak kuat untuk berdiri terlalu lama
  2. Nafsu makan menurun
  3. Keluar cairan dari hidung dan mata. Cairan ini akan keluar dalam frekuensi yang cukup sering.
  4. Sering mengalami demam
  5. Bulu meremang
  6. Adanya pembengkakan dibawah dagu
  7. Temperatur naik atau tinggi
  8. Apabila penyakit ini sudah menyerang saraf, maka sapi akan kejang – kejang, jalan dengan sempoyongan, lumpuh pada sebagian organ tubuh atau seluruh organ tubuh, dan berputar – putar.

Penyakit surra tidak hanya menyerang sapi saja. Namun, juga bisa menyerang ternak lainnya seperti kerbau. Apabila penyakit ini menyerang kerbau, maka kerbau tersebut akan mengkonsumsi tanah dari pada rumput.

Usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit surra adalah memberantas lalt penghisap darah, memberikan makanan yang bergizi pada sapi, dan menjaga kebersihan kandang sapi. Penting halnya untuk memberikan beberapa obat – obatan untuk menjauhkan sapi dari penyakit surra. Misalnya aritrycide prosalt, qumapyramme, suramin atau naganol, dan isometamidium.

Apabila sapi sudah terkena penyakit surra, maka diperlukan pengobatan secepatnya sehingga tidak menyebar ke ternak yang lain dan tidak menyebabkan kematian pada sapi itu sendiri. Obat yang populer digunakan adalah Suramin (Bayer, Naganol), dan Isometamidium chiorida (specia, Trypamldium). Namun, pemberian suramin dinilai lebih efektif diibandingkan Isometamidium chiorida. Pastikan untuk memberikan Suramin 10 miligram setiap kilogram di 10% larutan yang sudah dibenikan. Apabila ingin menggunakan Isometamidium chiorida, berikan Isometamidium chiorida dengan dosis 2 miligram setiap kilogramnya.

Berbagai sumber.

Penyakit Sapi Gila yang Menyerang Sapi

Bovine Spongiform Encephalophaty atau yang lebih dikenal dengan penyakit sapi gila menjadi salah satu penyakit yang menyerang sistem saraf pada otak sapi. Dalam Bahasa Inggris, penyakit ini juga dikenal dengan istilah mad cow disease yang mampu membuat sapi berperilaku seperti gila. Gila disini berarti merasa ketakutan, hilang koordinasi, depresi, gelisah, dan gerakannya jadi tidak terarah.

Penyakit sapi gila ini diidentifikasi pertama kali pada tahun 1986 di Inggris. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 170.000 kasus penyakit sapi gila. Dari sinilah penyakit sapi gila mulai menyebar ke berbagai negara. Tentu saja negara yang terserang adalah mereka yang merupakan negara pengekspor sapi. Pengekspor sapi disini tidak hanya sapi yang masih hidup saja, namun juga sapi yang sudah dalam bentuk daging seperti Brazil dan Amerika. Di negara – negara yang ada di Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam yang termasuk dalam negara pengekspor sapi, belum banyak ditemukan kasus penyakit sapi gila.

Pada tahun 2012, penyakit sapi gila di California, Amerika, muncul lagi. Hal inilah yang membuat Indonesia dan Korea, yang merupakan negara pengimpor sapi harus menghentikan impor sapi dari Amerika untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan, ketakutan dari berbagai pihak bahwa penyakit sapi gila bisa menular ke manusia.

Penyebab dari sapi terserang penyakit yang satu ini adalah prion dalam tubuh sapi menjadi interaktif. Prion adalah bagian dari protein yang tidak mengandung asam nukleat. Sumber dari penyakit ini adalah pada pakan ternak yang berasal dari pakan hewani seperti daging MBM (Meat Borne Meal) dan tepung tulang. Bagi ternak yang memiliki daya tahan yang tinggi, maka penyakit ini tidak akan menyerang mereka. Kemunculan penyakit ini adalah karena memiliki kandungan prion di dalamnya.

Penyakit sapi gila merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kategori zoonosis. Kategori ini memungkinkan penyakit untuk menular pada manusia. Syarat penularan adalah jika manusia mengkonsumsi tulang belakang atau jaringan otak pada ternak yang sudah terkena penyakit sapi gila. Jika menular ke manusia, maka ia akan terkena Creutzfeldt Jakob Disease (CJD) yang memiliki sifat degenerative. Hal inilah yang akan membuat seseorang memiliki pertumbuhan yang lambat atau berhenti, kehilangan kekuatan, dan membuat fungsi otak terpengaruhi.

Berikut ini adalah berbagai gejala yang dialami oleh sapi yang terserang penyakit sapi gila,

  1. Rasa ketakutannya besar
  2. Menjadi sangat peka terhadap sentuhan
  3. Ketika terjatuh maka sulit untuk berdiri
  4. Terlihat lemah
  5. Terlihat Gelisah
  6. Agresif
  7. Kehilangan Kontrol diri

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan impor ternak yang memiliki bakalan yang berasal dari negara yang terserang penyakit sapi gila.

Berbagai sumber.

Penyakit Kuku Busuk

Berbagai penyakit yang menyerang sapi tentu menimbulkan kerugian tersendiri bagi para peternak. Tidak menutup kemungkinan, apabila sapi yang sakit tidak mendapatkan penangan yang lebih serius, mereka akan mengalami kematian. Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan mampu membuat si sapi enggan untuk bergerak adalah penyakit kuku busuk. Penyakit ini membuat sapi lebih senang untuk duduk, dan makan ala kadarnya. Mungkin penyakit ini terdengar sepele. Namun, apabila tidak mendapatkan penanganan secepatnya, maka akan membuat kerugian tersendiri. Kerugian yang akan dialami peternak jika tidak mengobati sapi yang terkena penyakit kuku busuk adalah:

  1. Kenaikan berat badan yang dialami oleh sapi sangat rendah
  2. Nafsu makan menurun
  3. Sapi memiliki kondisi fisik yang buruk
  4. Harga jual sapi jadi turun / rendah
  5. Sapi merasa kesakitan dan kesulitan saat berjalan
  6. Mampu membuat sapi terkena berbagai penyakit lainnya
  7. Bisa menular ke sapi lain

Sapi akan mengalami berbagai gejala sebelum terserang penyakit yang satu ini. Coba perhatikan pada kuku dari ternak sapi. Gejala yang muncul ialah mengelupasnya selaput kuku akibat adanya jaringan yang mati, dibagian tumit dan celah kuku sapi menjadi bengkak, keluar cairan putih kekuningan (nanah) yang kotor dan berbau tidak sedap, yang terakhir sapi akan merasakan sakit yang teramat hingga tidak bisa jalan. Apabila para peternak membiarkannya, maka kakinya bisa lumpuh.

Penyebab dari penyakit kuku busuk adalah sapi terserang kuman Fusiformis necrophorus. Kuman ini tidak masuk melalui mulut, dan tinggal di dalam sapi. Kuman ini akan berkembang biak di celah kuku sapi. Kuman ini mampu hidup dan berkembang biak sampai bertahun – tahun sebelum akhirnya membuat sapi merasa kesakitan.

Berbagai hal yang mampu membuat kuman Fusiformis necrophorus tinggal di celah – celah kuku sapi adalah sebagai berikut:

  1. Sapi sering berjalan di tempat yang kasar, tajam, dan keras. Sehingga, bebatuan yang ada bisa masuk ke dalam celah kuku dan membuat luka.
  2. Kondisi kuku sapi yang lunak dan lemah. Hal ini dikarenakan sapi tidak pernah dibawa keluar ke padang rumput atau sekedar jalan – jalan. Sapi selalu berada di dalam kandang terus menerus.
  3. Adanya goresan, lecet, dan luka di celah kuku dan tumit sapi. Disini adalah tempat yang sangat ideal untuk kumat hidup dan berkembang biak.
  4. Kaki sapi terkena tonggak yang tajam, pecahan kaca, atau paku
  5. Lantai peternakan yang selalu lembab dan basah akibat lumpur, air, kotoran sapi, dan air kencing yang bercampur menjadi satu.

Pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan adalah, membersihkan tumit dan celah kuku sapi secara rutin. Peternak hanya perlu merendamnya ke dalam larutan atau cairan copper sulphate dengan konsentrasi 3% atau dengan formalin 10%.

Faktor Yang Akan Mempengaruhi Harga Jual

Di jaman yang semakin modern ini, banyak pelaku bisnis yang masih kebingungan untuk menentukan harga jual produk. Banyak dari mereka yang merasa bahwa harga yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan masyarakat di sekitar. Tahukah Anda, harga jual memiliki kaitan yang sangat erat dengan bagaimana tingkat keuntungan dan tingkat penjualan dari usaha Anda. Inilah yang menjadi salah satu di lemah bagi para pelaku bisnis. Apabila Anda menetapkan harga terlalu mahal, maka biasanya ada memiliki pelanggan yang tidak terlalu banyak. Namun, apabila ada menjual produk dengan harga yang murah, maka tentu saja Anda akan menghasilkan keuntungan yang rendah. Penting hanya untuk membuat perhitungan apabila Anda ingin menetapkan harga jual produk Anda. Pastikan Anda memiliki harga produk yang tidak merugikan Anda namun juga tidak merugikan masyarakat di sekitar.

Harga jual produk juga menjadi salah satu hal yang cukup sensitif bagi kelanjutan dari bisnis Anda. Ada berbagai macam hal yang akan membuat harga jual produk terpengaruhi. Sehingga, jangan pernah asal dalam menentukan harga jual produk. Hal ini hanya akan membuat kerugian Anda semakin besar. Seringkali Anda tidak memikirkan bagaimana kerugian yang didapat jika Anda menerapkan harga dengan sesuka hati. Ada berbagai macam hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum Anda menjual produk Anda dengan harga yang telah ditentukan. Produk disini bukan berarti hanya tentang produk barang saja. Produksi siri juga berlaku untuk produk jasa. Berikut ini adalah berbagai hal yang harus diperhatikan ketika akan menentukan harga jual produk.

  1. Pesaing

Anda harus melihat bagaimana harga jual yang dibandrol oleh para pesaing yang ada di sekitar bisnis Anda. Terutama mereka yang memiliki produk yang sama. Pastikan Anda menerapkan harga jual produk yang tidak terlalu mahal namun juga tidak terlalu murah. Dengan begitu produk Anda bisa bersaing dengan para pebisnis lainnya. Jangan lupa untuk memperhatikan bagaimana tingkat keuntungan yang akan didapatkan ketika Anda menerapkan harga tersebut.

  1. Manfaat usaha

Harga jual produk akan berarti ketika Anda mampu memberikan produksi yang memberikan keuntungan bagi para pelanggan. Pantas atau tidak dengan nilai nilai dari produk Anda. Apabila Anda bisa memberikan pada masyarakat produk dengan nilai yang baik, maka cobalah untuk menjual produk tersebut dengan harga yang sedikit tinggi. Hal ini akan membuat Anda tidak rugi karena pelanggan membutuhkan barang Anda. Tidak hanya nilai dari produk saja yang perlu diperhatikan, Anda juga perlu memperhatikan bagaimana kualitas dari produk yang Anda tawarkan. Walaupun nilai dari barang tersebut tinggi, namun apabila kualitasnya rendah, maka masyarakat juga akan berpikir dua kali untuk membeli barang Anda.

  1. Pelanggan

Pelanggan menjadi salah satu hal yang adalah prioritas Anda. Ketika Anda akan menetapkan harga pastikan Anda mengetahui bahwa harga tersebut bisa diterima oleh pelanggan yang ada. dari harga maka Anda sudah menentukan bagaimana kualitas produk. Pastikan ketika Anda menerapkan harga yang mahal, Anda juga memberikan kualitas yang sepadan. Perhatikan pula bagaimana target dari pelanggan Anda. Apabila Anda menargetkan pelanggan yang membeli adalah pelanggan kelas menengah ke atas, tidak ada salahnya jika Anda membantu roll dengan harga yang sedikit lebih mahal. Namun apabila target Anda adalah masyarakat kelas menengah kebawah, juallah produk Anda dengan harga yang murah.

 

Berbagai Faktor yang Harus Diperhatikan Agar Sapi Selalu Sehat

BhumiAndhini.com Salah satu hal yang sering dikhawatirkan banyak orang saat akan beternak adalah penyakit yang mampu menyerang hewan ternak. Perlu dilakukan berbagai cara agar hewan ternak tidak terserang berbagai macam penyakit. Pencegahan dilakukan sedemikian rupa untuk menghindari pengobatan. Hal ini dikarenakan biaya yang digunakan untuk berobat lebih tinggi dibandingkan untuk melakukan pencegahan.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar ternak terhindar dari berbagai macam penyakit? Berikut ini ulasannya.

  1. Memanfaatkan Kandang Karantina

Apabila Anda memiliki bakalan sapi baru, akan lebih baik jika sapi tersebut dikarantina di kandang terpisah dengan sapi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memantau berbagai hal pada sapi tersebut. Ketika Anda membeli bakalan sapi di pasar, Anda tidak akan tahu apakah sapi tersebut terkena penyakit atau tidak, bagaimana caranya untuk beradaptasi, dan lain sebagainya. Ketika sapi baru dikarantina, disarankan untuk memberikan obat cacing. Hal ini dikarenakan, sebagian besar sapi yang ada di Indonesia (terutama sapi rakyat) menderita cacingan. Pada dasarnya penyakit ini memang bukanlah penyakit yang mematikan. Namun, penyakit ini akan membuat proses penggemukan sapi jadi terhambat. Cacing yang ada di dalam tubuh sapi akan menyerap berbagai nutrisi yang diberikan pada sapi. Waktu yang cocok untuk mengkarantina sapi ialah satu minggu untuk sapi yang sehat. Untuk sapi yang sakit, diperlukan waktu hingga sapi tersebut benar – benar sembuh. Hal ini bertujuan agar penyakit yang diderita oleh sapi baru tidak akan menular pada sapi lainnya.

  1. Melakukan vaksinasi

Penting halnya untuk melakukan vaksinasi pada tiap bakalan sapi baru. Vaksinasi ini tidak perlu diberikan selama sapi hidup, namun cukup ketika sapi dikarantina saja. Terdapat berbagai penyakit berbahaya yang diam – diam akan menyerang sapi. Para pakar mengatakan bahwa vaksinasi yang wajib dan penting untuk dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. Vaksinasi yang satu ini benar – benar tidak boleh dilewatkan oleh tiap hewan ternak. Terdapat berbagai vaksinasi lain yang bisa dilakukan seperti vaksinasi penyakit mulut dan kuku, vaksinasi cacingan, vaksinasi kembung (bloat), dan berbagai jenis vaksinasi lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tidak hanya teknologi saja yang berkembang. Bakter dan virus juga mengalami perkembangan yang harus diwaspadai.

  1. Menjaga kebersihan kandang sapi dan sapi itu sendiri

Salah satu hal yang harus dilakukan oleh para peternak secara rutin adalah membuat kandang sapi dan bakalan sapi selalu bersih. Apabila Anda menggemukkan sapi dengan intensif, maka sapi akan menghasilkan kotoran yang tidak sedikit. Hal ini dikarenakan jumlah pakan yang diberikan pada sapi lebih banyak dari biasanya. Sehingga, penting halnya untuk menjaga kebersihan ternak secara intensif. Dalam sehari, setidaknya peternak harus membuang kotoran yang ada di kandang sapi. Hal ini bertujuan agar virus dan bakteri yang ada dalam kotoran tidak akan berkembang biak menjadi penyakit.

 

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Diare pada Ternak

Diare tidak hanya menyerang manusia saja. Penyakit yang satu ini bisa menyerang hewan ternak seperti kerbau, sapi, kambing, kuda, unggas, kelinci, itik, ayam, angsa, bebek, dan lain sebagainya. Terdapat berbagai macam faktor yang mampu membuat ternak terserang diare. Sama seperti manusia, diare pada ternak merupakan salah satu kondisi dimana sistem pencernaan memiliki pergerakan cairan yang bermasalah. Salah satu hal yang cukup terlihat dan disebabkan oleh diare adalah dehidraasi atau kehilandan cairan dalam tubuh. Ketika diare, hewan ternak tentu akan mengeluarkan kotoran. Biasanya, kotoran ini juga mengandung elektrolit dan berbagai garam mineral. Hal inilah yang mampu membuat ternak menjadi stres dan depresi. Keseimbangan kimiawi tubuh jadi berubah dan mampu berujung pada kematian.

Pada umumnya, diare sendiri dibagi menjadi dua kategori. Yang pertama adalah disebabkan karena nutrisi yang tidak seimbang dan yang kedua disebabkan karena adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Diare yang disebabkan karena adanya nutrisi yang tidak seimbang

Biasanya, kategori diare yang satu ini disebabkan karena adanya perubahan yang cukup mendadak untuk program pemberian pangan. Misalnya, jika biasanya hewan ternak hanya mengkonsumsi susu untuk sumber nutrisi, namun ketika hewan ternak menjadi dewasa, ia akan diberikan hijauan dan makanan serat untuk suplemen tubuh. Selain itu, bisa juga disebabkan jika susu yang diberikan terlalu dingin, tidak sesuai dengan takaran seperti biasanya, atau sudah basi.

Diare bukanlah salah satu penyakit yang membuat ternak mengalami kematian. Biasanya, diare yang disebabkan karena adanya nutrisi yang tidak seimbang ini mampu membuat tubuh hewan ternak jadi cepat lemah. Jika tidak ditangani secepatnya, maka ternak bisa terserang berbagai penyakit yang lebih parah lainnya.

Diare yang disebabkan karena adanya infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme

Diare yang satu ini menjadi salah satu masalah yang cukup besar bagi hewan ternak terutama pada sapi dan kambing. Diare yang disebabkan karena adanya infeksi ini bisa terjadi akibat infeksi oleh bakteri, protozoa, ataupun virus. Sehingga, pastikan Anda mengidentifikasikan apa yang menyebabkan hewan ternak mengalami diare. Setelah mengidentifikasinya, lakukan perbaikan atas hal yang salah, dan lakukan pengobatan. Ini adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk mencegah diare pada ternak.

Infeksi Bakteri

Bakteri yang menyerang hewan ternak ini memproduksi suatu zat yang sifatnya racun dan mampu membuat dinding usus ternak terganggu. Biasanya, reaksi yang akan diberikan oleh sistem pencernaan adalah dengan memompa air dalam jumlah yang sangat banyak atau berlebihan pada usus. Air ini dipompa bertujuan untuk membuat racun yang ada di usus hilang. Bakteri yang bertanggung jawab pada infeksi sistem pencernaan hewan ternak ini adalah Salmonella, Clostridium, dan E.Coli.

 

Jenis Tanaman Penambah Protein Bagi Pakan Sapi

Banyak peternak menggunakan rumpput jenis leguminosa untuk pakan para ternaknya. Rumput leguminosa ini bisa digunakan sebagai pakan baik untuk ternak non ruminansia maupun ruminansia. Beberapa diantaranya juga dikonsumsi oleh manusia. Kandungan protein yang ada dalam rumput leguminosa ini cukup tinggi. Sehingga, sangat baik untuk kesehatan tubuhnya. Kandungan protein tersebut mampu mencukupi nutrisi yang diperlukan oleh ternak. Selain kandungan protein yang tinggi, kadar air yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Hal inilah yang membuat ternak akan tetap terjaga kesehatannya. Namun, masih banyak peternak yang salah dalam memahami perbedaan rumput leguminosa dan rumput untuk pakan utama.

Terdapat berbagai jenis rumput leguminosa berdasarkan bentuk dan macamnya. Kandungan yang dimiliki oleh masing – masing rumput juga berbeda satu sama lain. Berikut ini adalah berbagai jenis rumput leguminosa.

  1. Gliricidea Maculate

Gliricidea Maculate yang juga dikenal dengan Gamal, merupakan salah satu jenis pepohonan yang bisa ditanam sebagai tanaman pagar. Daun yang dimiliki oleh tanaman ini mempunyai nutrisi yang sangat penting untuk membantu tumbuh kembang sapi ternak. Untuk pemberian pada ternak, jangan diberikan ketika Gliricidea Maculate masih segar. Layukan terlebih dahulu, sebelum diberikan pada ternak. Hal ini bermanfaat untuk membuat nutrisi yang ada bisa masuk ke dalam tubuh ternak dengan maksimal. Namun, tidak semua jenis rumput memiliki cara pemberian yang sama.

  1. Kaliandra

Kaliandra merupakan salah satu jenis tanaman leguminosa yang bisa Anda temukan di beberapa tempat. Kaliandra sering dimanfaatkan untuk campuran pakan rumput pada ternak. Kandungan protein yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Hal inilah yang membuat Kaliandra menjadi salah satu jenis tanaman yang digunakan pada ternak penggemukan sapi.

  1. Leucaena Leucocephala

Mungkin Anda tidak terlalu kenal dengan Leucaena Leucocephala. Tanaman ini juga dikenal dengan nama Lamtoro. Leucaena Leucocephala memiliki berbagai macam fungsi. Tidak hanya dijadikan sebagai pakan sapi saja, Leucaena Leucocephala juga digunakan untuk pakan campuran. Kandungan protein yang tinggi membuat Leucaena Leucocephala menjadi salah satu jenis rumput yang disukai oleh ternak sapi.

  1. Desmodium Rinsonii

Salah satu jenis tanaman leguminosa yang memiliki daun yang bulat adalah Desmodium Rinsonii. Tanaman yang juga populer disebut desmodium ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Protein ini akan berperan dengan sangat besar dalam penggemukan sapi. Tidak sedikit para peternak yang memilih tanaman ini untuk usaha ternaknya.

Jumlah konsentrat yang diberikan tidak boleh lebih banyak dari jumlah pakan utama dari ternak. Pemberian pakan tambahan ini hanya untuk melengkapi kebutuhan sapi yang belum bisa dilengkapi oleh pakan utama. Biasanya, konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, dedak jagung, bungkil kacang tanah, ampas tahu, dan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dan bungkil biji kapok.

 

Jenis – jenis Rumput untuk Ternak Sapi

Ketika Anda mendengar kata rumput, sering kali yang terpikirkan dalam benak Anda adalah tanaman liar atau yang dikenal dengan gulma. Bagi Anda, rumput merupakan tanaman yang mampu membuat tanaman pokok menjadi terganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan, tanaman liar juga mampu membuat tanaman pokok mati. Pada umumnya, Anda akan berpikir seperti ini. Namun, dalam dunia peternakan, rumput menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk pakan ternak ruminansia seperti kambing, domba, kerbau, dan sapi.

Berikut ini adalah taksonomi atau klasifikasi dari rumput:

  1. Kingdom : Plantae
  2. Famili : Graminae
  3. Kelas : Monokotil
  4. Genus : Panicum, Pennisetum, Brachiaria, Paspalum
  5. Species : Panicum maximum, Brachiaria brizantha, Pennisetum purpureum, Paspalum dilatatum.

Rumput merupakan salah satu tumbuhan monokotil yang memiliki siklus hidup perennial dan annual. Ciri perakaran dari rumput ialah serabut dengan dasar dan bentuk yang sederhana. Akar dari rumput menjadi satu dengan batang, akarnya termasuk dalam perakaran silindris, lembar daun dari rumput sendiri muncul pada pelepah yang ada di buku – buku atau nodus. Lembar daun ini tumbuh melingkari batang, dan membentuk sebuah rumpun. Rumput memiliki dua jenis akar. Adalah akar sekunder dan akar primer. Letak dari akar sekunder sendiri dekat dengan dasar batang di bawah permukaan tanah. Sedangkan akar primernya akan terbentuk jika perkecambahan sudah terjadi. Akar primer akan tumbuh ketika seedling dimulai.

Ciri – ciri dari rumput yang cocok untuk digunakan sebagai pakan ternak adalah:

  1. Dipanen saat umurnya masih muda. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nutrisi yang baik.
  2. Palatabilitas yang dimiliki baik
  3. Daunnya halus, berwarna hijau, melengkung, mudah rebah, dan merunduk
  4. Batangnya mengkilap dan gemuk, dan akan mengeluarkan cairan jika ditekan
  5. Tanah tempatnya ditanam benar – benar subur

Berikut ini adalah berbagai jenis rumput yang bisa diberikan pada ternak sapi,

  1. Panicum maximum

Panicum Maximum merupakan salah satu jenis rumput yang juga dikenal dengan nama Rumput Benggala. Bisa dikatakan, Rumput benggala menjadi salah satu jenis rumput yang disukai oleh ternak. Gizi yang terdapat dalam rumput benggala juga cukup tinggi, sehingga akan membuat kesehatan ternak tetap terjaga. Tinggi dari rumput benggala bisa mencapai dua meter.

  1. Pennisetum Purperium

Pennisetum Purperium merupaka jenis rumput yang dikenal dengan istilah Rumput Gajah Hawai. Daya produksi dari rumput gajah hawai ini cukup tinggi. Sehingga, bisa menjadi salah satu jenis rumput yang bisa ditanam peternak untuk menghemat biaya pakan. Rumput ini juga menjadi salah satu rumput yang disukai oleh ternak.

  1. Sphacelata

Sphacelata juga menjadi salah satu rumput yang disukai oleh ternak. Bagi para peternak yang memiliki peternakan di daerah yang kering, sangat cocok untuk memberikan rumput sphacelata untuk ternak. Hal ini dikarenakan rumput yang satu ini tahan pada iklim kering.

Keunggulan dan Ciri dari Sapi Brangus

Di Indonesia, bisa ditemukan berbagai jenis sapi. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, banyak pihak yang melakukan persilangan sapi, dengan tujuan tertentu. Selain menambah jenis sapi di Indonesia, persilangan sapi juga dilakukan untuk alasan ilmiah maupun penelitian. Salah satu jenis sapi yang cukup populer di Indonesia adalah Sapi brangus. Sapi ini merupakan hasil persilangan dari sapi jenis Brahman betina (Bos indicus) dan Sapi jenis Angus jantan (Bos Taurus). Sapi Brangus sering digunakan sebagai sapi potong.

Ciri dari Sapi Brangus yang cukup terlihat adalah bentuk tanduknya yang kecil, dan kulitnya yang berwarna hitam. Ciri yang dimiliki oleh Sapi Brangus ini merupakan warisan dari persilangan induknya.

Komposisi genetik pada Sapi Brangus ialah 5/8 Aberdeen Angus dan 3/8 Brahman. Persilangan ini dilakukan di Oklahoma, Amerika Serikat. Sehingga, bisa dikatakan bahwa Sapi Brangus berasal dari Oklahoma.

Untuk mengetahui lebih jelas dan lebih lanjut, berikut ini adalah sifat dan ciri – ciri fisik dari Sapi Brangus,

  1. Memiliki telinga dan leher yang pendek
  2. Tanduknya kecil
  3. Warna kulitnya hitam
  4. Badan berkomposisi padat dan kompak
  5. Punggungnya tidak bengkok atau lurus
  6. Kakinya kokoh dan kuat
  7. Mewarisi sifat sapi Brahman, yaitu memiliki punuk
  8. Walaupun memiliki kulit warna hitam, Sapi Brangus tetap tahan pada udara panas
  9. Memiliki daya tahan tubuh yang kuat pada gigitan serangga yang seringkali menyebabakan Sapi Brangus terganggu
  10. Jika mutu pakan kurang baik, Sapi Brangus mudah untuk menyesuaikan diri
  11. Persentase karkas dan produktifitas daging tinggi. Hal ini merupakan warisan yang dimiliki oleh Aberdeen Angus.

Keunggulan pada Sapi Brangus rupanya didapat dari perpaduan antara sifat yang bagus dari kedua induknya. Keunggulan dari Sapi Brahman dan Sapi Angus, diturunkan pada Sapi Brangus yang merupakan hasil persilangannya. Keunggulan yang akan Anda dapatkan dari Sapi Brangus adalah,

  1. Badannya bertumbuh dengan sangat cepat
  2. Tubuhnya kompak dan besar
  3. Ketika Sapi Brangus dewasa, berat badannya bisa lebih dati satu ton
  4. Ketika diberi pakan sederhana, Sapi Brangus mudah untuk menyesuaikan
  5. Daya tahan tubuh sangat baik terhadap iklim tropis / panas
  6. Persentase karkasnya tinggi
  7. Produktifitas dagingnya juga tinggi

Satu hal yang membuat Sapi Brangus unik adalah, sapi ini termasuk dalam tipe dwiguna (dual purpose). Sapi ini bisa menjadi penghasil daging, namun juga bisa sebagai penghasil susu. Karkas Sapi Brangus yang ada di Kabupaten Sragen mencapai lebih dari 53 kg. Kualitas daging yang dimiliki oleh Sapi Brangus ialah lemak sebesar 8,8% dan protein sebesar 11,5%. Sapi Brangus juga sudah diberi lebel 14, yang membuktikan bahwa daging tersebut memiliki kualitas yang baik. Untuk susu yang dihasilkan oleh Sapi Brangus sendiri bisa mencapai 4 liter tiap ekor.

Ternyata Sapi Brangus merupakan tipe dwiguna (dual purpose) jadi dapat berfungsi sebagai penghasil daging maupun penghasil susu. Sebagai penghasil daging, karkas Sapi Berangus di Kabupaten Sragen dapat mencapai + 53% dengan kualitas daging : Protein 11,5% dan Lemak 8,8% dengan lebel 14 dan dinyatakan sebagai daging baik (hasil uji Lab. BPPV Yogyakarta) sebagai penghasil susu, induk Sapi Berangus yang baru melahirkan mampu memproduksi susu sampai + 4 liter/ ekor.

Pemberian Pakan Pada Ternak untuk Hasil yang Maksimal

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan juga demikian. Untuk bisa tumbuh dan berkembang, maka terdapat berbagai kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi.

Seperti pada ternak sapi. Untuk menghasilkan ternak yang berkualitas, maka seorang peternak harus memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan sapi tersebut. Apabila peternak sudah memberikan pakan dengan protein yang memenuhi syarat namun tidak diberikan dengan cukup, maka akan sia – sia. Hasil dari penggemukan sapi juga tidak akan maksimal jika peternak memberikan pakan tidak mencukupi. Masih banyak peternak yang bingung dan tidak tahu akan cara pemberian dan takaran pakan ternak. Berikut caranya.

  1. Rumput yang akan diberikan sebagai pakan ternak sapi memiliki ciri – ciri tersendiri yang harus dipenuhi. Rumput yang baik adalah rumput yang dipanen ketika menjelang berbunga. Kuantitas dan kualitas zat gizi dalam rumput berada dalam takaran yang maksimal, dan cocok untuk diberikan pada ternak sapi.
  2. Takaran yang diberikan pada ternak sapi juga ada aturannya. Banyaknya hijauan atau rumput yang diberikan pada ternak sapi, harus sebanyak 10% dari bobotnya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan sapi terkena malnutrisi atau obesitas. Sapi yang mengalami malnutrisi atau obesitas tentu akan memiliki daya jual yang rendah.
  3. Tidak hanya hijauan berupa rumput saja yang harus diberikan pada sapi. Sapi juga harus diberikan kacang – kacangan atau yang juga dikenal dengan hijauan legum. Berikan kacang – kacangan pada ternak sapi sebanyak 1% dari bobotnya.
  4. Akan lebih baik jika peternak melayukan pakan hijauan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak sapi
  5. Sapi bisa mengalami mencret dan kembung apabila peternak memberikan legum atau rerumputan yang dipanen terlalu muda. Hal ini akan membuat adanya gas pada lambung ternak sapi.
  6. Untuk tambahan, berikan pakan penguat atau konsentrat sebanyak 1% dari bobot ternak sapi agar proses penggemukan bisa berjalan dengan lancar.

Terdapat aturan tersendiri jika peternak ingin memberikan konsentrat pada ternak sapi. Peternak tidak bisa memberikan konsentrat pada ternak sapi begitu saja. Harus mengikuti aturan yang ada, agar sapi tidak terkena berbagai penyakit. Waktu pemberian konsentrat pada ternak sapi, sebagai berikut:

  1. Berikan pakan penguat atau konsentrat setiaknya sehari dua kali. Jangan beri konsentrat dalam waktu yang berdekatan. Berikan konsentrat pada pukul 07.00 dan 16.00.
  2. Apabila peternak ingin memberikan tiga kali sehari, maka lakukan pada pukul 06.30, siang pukul 12.00, dan sore pukul 16.00.
  3. Peternak bisa memberikan hijauan atau pakan serat, dua jam sesudah pemberian konsentrat. Lakukan pemberian pakan hijau dalam beberapa tahap. Yaitu pagi, siang, sore, dan malam hari. Untuk pemberian pakan pada ternak sapi, berikan setidaknya empat kali dalam sehari.