Archive by Author

Keunggulan yang Akan Anda Dapatkan dengan Beternak Sapi Madura

Sapi Madura merupakan salah satu jenis sapi hasil pembauran dari berbagai tipe sapi potong, yaitu sapi Zebu (Bos indicus) dan sapi Bali (Bos sondaicus). Pejantan yang pernah masuk ke Madura adalah Santa Gestrudis, Red Denis. Kedua jenis sapi tersebut termasuk dalam bangsa Bos taurus. Biasanya ada juga persilangan yang dilakukan antara Sapi Brahman dengan Sapi Shorthorn.

Sapi Madura merupakan salah satu jenis sapi potong dengan tipe yang kecil. Sapi Madura berkembang dengan sangat baik di habitat aslinya, Madura. Terdapat isu yang menunjukkan bahwa karena adanya seleksi negatif, produktivitas jadi menurun. Selain itu, karena adanya faktor inbreeding, membuat pulau Madura merupakan wilayang yang tertutup untuk sapi potong jenis lain.

Sapi Madura akan tumbuh dan berkembang dengan sangat baik di lingkungan yang kering. Selain itu, daya tahan tubuh Sapi Madura juga sangat bagus. Sehingga, Sapi Madura jarang terkena penyakit. Namun, semuanya ini kembali ke bagaimana pemilik merawat Sapi Madura. Selain itu, sapi ini juga mampu memiliki bobot lebih dari 500 kg. Sapi Madura tidak hanya diternak untuk sapi potong saja. Namun, Sapi Madura memiliki nilai sosial dan budaya. Biasanya, Sapi Madura dilombakan sebagai sapi Sonok dan sapi Kerapan.

Salah satu acara yang sangat khas di Pulau Madura adalah perlombaan balap sapi. Bagi Anda yang sedang berada di Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pulau Madura, untuk melihat bagaimana ternak sapi disana.

Masyarakat lebih mengenal lomba balap sapi dengan istilah karapan sapi. Anda tidak bisa menggunakan sapi sembarangan untuk ikut perlombaan ini. Jenis sapi yang harus Anda lombakan adalah Sapi Madura. Pemerintah Madura benar – benar menjaga kemurnian Sapi Madura. Bahkan Pemerintah juga mengeluarkan peraturan, bahwa sapi dari luar Pulau Madura tidak boleh masuk. Sapi yang memiliki kualitas yang bagus, adalah sapi yang bisa berlari dengan kencang.

Bagi Anda yang belum bisa membedakan ciri Sapi Madura dengan sapi jenis lain, berikut ini adalah ciri – ciri yang bisa Anda perhatikan untuk membedakan sapi Madura dan sapi jenis lain. Biasanya, warna dari Sapi Madura adalah merah cokelat atau merah bata. Ia juga memiliki tanduk yang pendek dan kecil. Tumbuh dari tanduk Sapi madura, mengarah keluar.

Apakah Anda tertarik untuk beternak Sapi Madura? Berikut ini adalah keunggulan yang akan Anda rasakan ketika Anda beternak Sapi Madura. Walaupun kualitas pakan yang Anda berikan pada Sapi Madura rendah, namun pertumbuhan dari Sapi Madura sendiri tetap baik. Kualitas daging yang dihasilkan juga baik, dan memiliki presentase karkas yang cukup tinggi. Sapi Madura sangat mudah untuk beradaptasi pada lingkungan tropis. Namun, Anda harus berhati – hati, karena Sapi Madura memiliki kecepatan lari yang cukup tinggi.

 

Keunggulan yang akan anda dapatkan dengan beternak sapi PO

Salah satu jenis sapi yang diminati oleh banyak pembeli ketika akan tiba Hari Raya Qurban adalah sapi jenis PO (Peranakan Ongole). Dulu, sangat mudah untuk mendapatkan sapi jenis peranakan ongole karena terdapat stok yang cukup berlimpah di beberapa pasar hewan. Namun, di zaman yang semakin modern ini, banyak orang lebih tertarik untuk beternak sapi simmental dan sapi limousin. Sehingga, di beberapa daerah, sapi jenis peranakan ongole menjadi sulit untuk ditemukan. Bahkan, bisa dikatakan sapi jenis peranakan ongole mulai langka.

Apabila Anda berada di Jawa Timur, Anda akan mudah menemukan sapi jenis peranakan ongole di daerah Lamongan dan Tuban. Namun, Anda akan sulit menemukan sapi jenis peranakan ongole di daerah Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi dan Jember. Sehingga, bagi Anda yang berminat untuk beternak sapi jenis peranakan ongole, Anda bisa membeli sapi jantan dan betina di daerah Lamongan dan Tuban.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah masih terdapat sapi jenis peranakan ongole. Namun, tren sapi sekarang ini mulai bergeser ke sapi jenis limousin dan sapi simmental atau sapi metal.

Sapi jenis peranakan ongole juga dikenal dengan sapi Jawa. Hal ini dikarenakan pusat perkembangbiakan dan penyebaran sapi jenis peranakan ongole ada di Pulau Jawa. Konsentrasi dari penyebaran sapi jenis peranakan ongole yang terpadat ada di daerah Jawa Timur (Nganjuk, Bojonegoro, dan Magetan) dan Jawa Tengah (Wonogiri, Gunung Kidul, dan Grobogan). Untuk di daerah luar jawa sendiri, sudah sampai ke Sumatera, tepatna di Tapanuli dan Aceh.

Ciri – ciri dari sapi jenis peranakan ongole adalah ukuran sapi dewasa yang sedang (tidak besar dan tidak kecil), dan ada gelambir yang menggantung dengan longgar dan lebar. Ukuran tubuhnya panjang, dan lehernya pendek. Tanduk yang dimiliki oleh sapi jenis peranakan ongole tidak panjang dan tidak lancip. Apabila Anda lihat lebih dekat pada pangkal tanduknya, Anda tidak akan melihat adanya retakan. Untuk membedakan sapi jantan dengan sapi betina, pada sapi jenis peranakan ongole jantan, warna kepalanya adalah abu – abu tua, dan lehernya berwarna hitam. Anda harus bersabar untuk menunggu sapi jenis peranakan ongole menjadi dewasa, karena dibutuhkan waktu 4 tahun. Sapi jenis peranakan ongole membutuhkan waktu yang cukup lama untuk tumbuh dewasa. Apabila Anda merawatnya dengan intensif dan benar, maka bobot sapi jantan mampu mencapai 800 kg. Sedangkan untuk bobot sapi betina bisa mencapai 500 kg. Apabila sapi jenis peranakan ongole baru lahir, maka bobotnya sekitar 25 kg.

Berkurangnya peminat masyarakat untuk beternak sapi jenis peranakan ongole dikarenakan sapi ini memakan waktu yang cukup lama untuk tumbuh dewasa. Berbeda dengan sapi jenis limousin dan sapi simmental atau sapi metal, yang membutuhkan waktu yang singkat.

Walaupun begitu, sapi jenis peranakan ongole memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh sapi jenis lain seperti tahan akan cuaca yang panas. Selain itu, daya tahan tubuh yang dimiliki oleh sapi jenis peranakan ongole lebih baik dibandingkan sapi jenis leinnya. Yang terakhir, sapi jenis peranakan ongole memiliki aktivitas reproduksi induk yang cepat. Sehingga, memungkinkan aktivitas reproduksi induknya untuk normal dengan cepat setelah beranak.

Bhumi Andhini Farm and Education.

Swasembada daging sapi bisa terwujud

Daging sapi merupakan salah satu produk peternakan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Kebutuhannya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun ketersediaan daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri, sehingga memacu terjadinya impor daging sapi. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong di Indonesia.

Untuk memacu ketersediaan daging sapi nasional, perlu upaya meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong. Peluang yang sangat menjanjikan tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, sehingga program kemandirian pangan khususnya swasembada daging sapi bisa terwujud.

bhumi andhini farm and education

Kunjungan ke kandang peternak

Hunting dan survey kandang hari ini, tim BAFE Managemen sampai ke daerah Playen,Wonosari.

Yang pertama, silaturahmi ke rumah kang Sukat,seorang pemain senior sapi potong di wilayah tersebut.
Dalam diskusi kami dg kang Sukat…alhamdulillah banyak informasi mengenai kelemahan budidaya sapi potong secara tradisional yg tidak profitable dan kurang tersedianya pasokan pakan ternak yg ada di lapangan (tentunya hal ini menyebabkan peternak tradisional selalu merugi a.k.a pailit). Terbukti dari kandang kang Sukat yg kosong melompong.

kunjungan ke kandang peternak

Mas ilham, mas rudi, mas lutfi dan saya bersama2 memberikan edukasi secara lisan kepada kang Sukat tentang pengelolaan ternak yang baik agar hasilnya optimal (profitable) dari berbagai metode BAFE Managemen.
Setelah ngobrol dan diskusi 45 menit dengan suguhan teh panas khas playen.

Alhamdulillah paras wajah kang Sukat mulai sumringah dan segar.. 🙂

Lalu dengan semangat, kang Sukat mengajak kami mengunjungi kandang kelompok ternak ‘Lembu Makmur’ yang menurut saya jauh dari kategori ‘makmur’.
Karena kandang kapasitas 200an ekor sapi hanya terisi 5 ekor sapi yg kurang terurus.

Insya Allah…..kang Sukat akan mengajak rekan2nya ikut pelatihan di BAFE Managemen pada tgl 20-22 januari 2016, untuk belajar ilmu pengelolaan ternak sapi potong yg baik dan benar.
Hati-hati kang Sukat….anda dan peternak sapi potong di Playen,Wonosari akan kami jadikan peternak Sukses. Aamiin

Indonesia darurat daging sapi

Pada tahun 2016 ini, pemerintah indonesia melalui kementerian peternakan (kementan) telah memiliki program guna menekan jumlah import tahun ini yaitu membangun sentra peternakan rakyat (SPR) di seluruh indonesia dan pengadaan 50.000 ekor sapi indukan. Dana sebesar Rp 2,3 triliun untuk SPR dan Rp 1,5 triliun untuk pengadaan sapi indukan telah telah masuk dalam APBN 2016, kedua program ini di usulkan mendapatkan tambahan anggaran lagi guna tercapainya dan meningkatnya populasi sapi dalam negeri.

Menurut sumber yang admin baca, program SPR akan dibangun di 50 kabupaten dan di 17 provinsi seluruh indonesia. Pembangunan tiap SPR membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 1,2 miliar. Setiap SPR akan diisi oleh 1.000 ekor sapi indukan milik para peternak rakyat dan ditambah dari pengadaan sapi indukan impor yang dilakukan pemerintah.

Populasi sapi di Indonesia saat ini hanya sekitar 12,36 juta ekor, menyusut lebih dari 3 juta ekor dalam 3 tahun. Pada 2012 populasi sapi di Indonesia masih 15,98 juta ekor.‎ Karena itu, Indonesia membutuhkan banyak sekali sapi indukan untuk meningkatkan populasi sapi dan mencapai swasembada daging sapi.

Peternakan dan pusat pelatihan industri sapi poton

Jenis jenis sapi potong

bhumi andhini (5)

Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).

Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.

Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.

 

Berbagai sumber.

Potensi bisnis budidaya sapi pedaging

bhumi andhini

Selamat siang sahabat BAFE, kali ini admin mau Share informasi menarik, mari kita ambil peluang besar dari artikel ini. Selamat membaca 🙂

Pertumbuhan ekonomi penduduk Indonesia nyatanya berpengaruh besar pada permintaan daging sapi nasional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo), kebutuhan daging sapi tahun depan mencapai 640.000 ton. Jumlah ini meningkat 8,5 persen dibandingkan proyeksi tahun ini yang sebanyak 590.000 ton.

Direktur Eksekutif Apfindo Joni Liano mengatakan, dengan kenaikan kebutuhan daging sapi tersebut, populasi sapi yang siap dipotong seharusnya juga meningkat. Bila tahun ini populasi sapi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging mencapai 3,1 juta ekor, tahun depan bisa melonjak menjadi 3,4 juta ekor.

Sayangnya, peningkatan kebutuhan daging sapi tersebut tidak diimbangi dengan populasi ketersediaan sapi siap potong di dalam negeri. Walhasil, pengadaan sapi dari impor masih belum dapat di rem. “Yang dapat dipasok sapi dari lokal hanya 2,3 juta ekor,” kata Joni, Senin (27/10/2014).

Dengan perhitungan tersebut, Joni bilang, tambahan pasokan sapi yang harus didatangkan dari impor idealnya mencapai 1,1 juta ekor. Melihat kondisi ini, Apfindo menyarankan agar perhitungan indikatif impor sapi tahun depan bisa meningkat.

Sumber : Tribun News

NB :
Konsumsi daging sapi sampai desember 2015 ini telah mencapai 3,1 juta dan negara mengimport daging sapi sebanyak 1,1 juta. MIRIS !

Diproyeksikan tahun 2016, negara akan mengimport kembali daging sapi sebanyak 1 juta. 🙁

Ayoo para peternak, kita wujudkan indonesia SWASEMBADA DAGING SAPI. Bisa, harus bisa, pasti bisa.

Sapi Bali

Sapi Bali

Ada 11 provinsi utama yang memiliki populasi sapi Bali terbanyak. Populasi terbanyak di Sulawesi Selatan, Bali, NTT, NTB, Sumsel , Sultra, Gorontalo, Kalsel, Sulteng, Sulbar, dan Lampung. Sapi Bali merupakan sumberdaya genetik hewan asli Indonesia, karena kerabat liarnya ada di Indonesia.

Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia yang ciri – cirinya khas dan berbeda dari bangsa sapi lainnya. Keunggulan sapi Bali : memiliki efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik dan persentase karkasnya tinggi (karkasnya bahkan bisa mencapai 57%), Selanjutnya yang juga sangat menarik adalah daya adaptasinya terhadap lingkungan yang sangat baik,dan yang tidak kalah penting adalah kemampuannnya menggunakan sumber pakan yang terbatas.

Artikel disadur dari Wikipedia

Profil Singkat Ilham Akhmadi, SE. Msc

Ilham Akhmadi seorang expert yang telah menggeluti industri sapi potong selama 30 tahun, sudah teruji secara kualitas dan kuantitas. Mitra usaha beliau tersebar di wilayah yogyakarta dan seluruh indonesia. Beliau menamatkan pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada, sekarang fokus membesarkan usaha dan melatih peternak di indonesia. Ingin mengundang Ilham Akhmadi, SE.Msc sebagai pembicara seminar, Dosen Tamu, atapun mentor usaha khususnya dibidang peternakan. Silahkan hubungi Bhumi Andhini Farm and Education.

Bhumi Andhini