Archive / June, 2017

Pemanfaatan Rumput Odot Untuk Pakan Ternak

Menyediakan pakan untuk ternak menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan setiap peternak. Salah satu jenis rumput yang sering digunakan sebagai pakan ternak adalah Rumput Odot atau Pennisetum Purerium. Rumput yang satu ini mungkin jarang didengar di masyarakat. Namun, khasiat dari rumput ini tidak boleh disepelekan. Hal ini dikarenakan potensi yang diberikan oleh rumput odot sangaatlah tinggi untuk ternak seperti kambing, sapi, domba, dan hewan ternak lainnya. Di zaman yang semakin modern ini, banyak peternak yang mulai membudidayakan Rumput Odot sebagai pakan ternak. Umumnya, tinggi dari rumput odot hanya sekitar satu meter saja. Banyak orang yang berpikir bahwa rumput odot dan rumput gajah merupakan jenis rumput yang sama. Perlu diketahui bahwa kedua jenis rumput ini adalah berbeda.

Rumput gajah bisa mencapai ketinggian 4,5 meter. Tidak dengan rumput odot. Bagi Anda yang pernah melihat daun pandan, maka begitulah visual dari rumput odot. Daunnya rapat dan panjang. Sehingga, rumput odot dinilai sebagai salah satu jenis rumput yang sangat efisien dan efektif untuk ditanam disuatu lahan.

Beberapa peneliti dari IPB melakukan sejumlah penelitian terhadap rumput odot ini. Terbukti bahwa setiap hektarnya, bisa dihasilkan 60 ton lebih rumput odot. Apabila panen baru dilakukan pertama kali, maka biasanya terjadi sekitar tiga sampai empat bulan. Untuk panen selanjutnya, biasanya berkisar antara lima puluh sampai enam puluh hari. Peternak bisa menyimpan rumput odot sampai tiga hari lamanya. Tidak memerlukan perlakuan khusus agar rumput bisa tetap segar. Ternak masih akan lahap untuk makan rumput odot yang sudah disimpan selama tiga hari lamanya.

Ciri – ciri yang terlihat dari rumput odot adalah:

  1. Memiliki tunas (rhizoma) dan berumpun
  2. Batang dan daunnya tidak berbulus dan halus
  3. Laju pertumbuhannya bisa dikatakan cepat. Inilah yang membuat rumput odot sering disamakan dengan rumput gajah
  4. Akarnya dalam dan sangat kuat
  5. Batang dan daunnya lembut, sehingga bisa dimakan ternak dengan sangat mudah. Peternak tidak perlu mencacah atau menghaluskan rumput odot saat akan diberikan pada ternak.
  6. Kadar airnya cukup tinggi yaitu 80%. Ini membuat ternak terhindar dari dehidrasi saat diberi pakan rumput odot.

Apabila Anda tertarik untuk menanam rumput odot, maka diperlukan kehati – hatian dan ketelitian tingkat tinggi saat memilih bibit rumput odot. Jangan sampai bibit yang Anda pilih merupakan bibit dengan kualitas rendah, dan justru membuat peternak jadi rugi. Berikut ini adalah kriteria bibit unggul yang bisa dipilih:

  1. Memiliki batang yang halus, besar, dan juga tidak berbulu sama sekali
  2. Panjang stek setidaknya 20 cm
  3. Bibit bewarna hijau kekuningan
  4. Usianya tidak terlalu muda
Berbagai sumber.

Pemilihan Lahan yang Baik Untuk Peternakan Sapi

Ketika seseorang akan memulai bisnis di bidang ternak sapi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Tidak hanya bakalan sapi dan modalnya saja. Pemilihan lahan untuk peternakan juga perlu diperhatikan agar menghasilkan manfaat yang maksimal. Beberapa pihak yang membutuhkan dan diperlukan akan semakin dipermudah aksesnya menuju peternakan Anda. Berikut ini adalah ulasan mengenai pemilihan lahan yang baik untuk peternakan sapi.

Hal pertama yang harus menjadi perhatian adalah tingkat kesehatan dari lahan tersebut. Jangan memilih lahan yang sudah terbukti bermasalah. Hal ini hanya akan membuat Anda mengalami berbagai kesulitan nantinya. Misalnya, lahan tersebut sebelumnya adalah daerah endemi penyakit, tempat pembuangan akhir (TPA), dan lokasi pembuangan limbah beracun. Walaupun kawasan tersebut sudah terbukti aman sekarang, lebih baik mencari lahan lain yang dinilai lebih aman dan memiliki sejarah yang baik.

Hal kedua yang harus menjadi perhatian adalah letaknya dengan sumber air. Penting halnya untuk memilih lahan peternakan yang berdekatan dengan sumber air bersih. Ini bertujuan untuk mempermudah ternak mendapatkan air bersih. Air bersih disini tidak hanya untuk minum saja. Namun juga untuk kepentingan sanitasi, mandi sapi, dan pembersihan kandang. Apabila letak lahan peternakan jauh dari air bersih, maka banyak aktivitas akan terhambat kelancarannya. Letak lahan peternakan yang baik bisa di dekat sungai atau danau.

Hal ketiga yang harus menjadi perhatian adalah lahan tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk. Asupan makanan yang diperlukan oleh sapi sangat banyak. Inilah yang akan membuat sapi memproduksi kotoran yang sangat banyak pula. Apabila Anda tidak memperhatikan kebersihan dari lahan untuk peternakan, maka bau dari kotoran sapi akan sangat menyengat. Ini tentu akan membuat masyarakat sekitar terusik kenyamanannya. Jangan sampai, masyarakat memprotes lahan peternakan akibat aromanya yang sangat menyengat. Ini besar kemungkinan peternakan Anda akan digusur. Lebih baik jika Anda mencari lahan yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Hal keempat yang harus menjadi perhatian adalah mencari lahan yang letaknya dekat dengan lahan hijau. Ketika Anda tidak memiliki lahan sendiri untuk menanam rumput, maka Anda harus mengandalkan lahan hijau di lingkungan sekitar. Jika letak lahan peternakan dekat dengan lahan hijau, maka proses penyediaan pakan bisa dipermudah. Ada banyak jenis rumput yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi seperti rumput kolonjono, rumput gajah, daun tebu, alang – alang, jerami padi, dan daun jagung.

Hal kelima yang harus menjadi perhatian adalah berdekatan dengan sentra penjualan sapi. Ini akan mempermudah Anda untuk menjual ternak sapi. Selain itu, berbagai informasi penting terbaru juga akan lebih mudah didapatkan. Sehingga, akses pemasaran dan jaringan yang dibangun bisa lebih baik dan mampu membuat peternakan Anda menjadi sukses.

Berbagai sumber.