Archive / April, 2017

Penyakit Surra Pada Sapi

Terdapat berbagai macam penyakit yang menyerang sapi dan mampu mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera. Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan cukup popler adalah Penyakit Surra. Penyakit yang disebabkan oleh trypanosoma evansi ini memindahkan parasit dari sapi yang sakit ke sapi yang lain. Vektor yang menyebarkan parasit penyebab penyakit surra adalah binatang sejenis lalat seperti stomoxys, tabanus, lyperosia, dan chrysop. Ketika sapi sudah terkena penyakit surra, maka bobot sapi akan turun dengan drastis. Biasanya, lalat ini akan menghisap darah sapi di pagi atau sore hari.

Penyakit surra tidak hanya ditularkan lewat lalat penghisap darah saja. Namun, juga bisa melalui binatang dengan golongan Arthropoda seperti musca, anopheles, caplak, dan kutu. Penyakit ini juga bisa ditularkan lewat darah dari daging sembelih yang menderita penyakit surra.

Biasanya, penularan penyakit surra akan terjadi dengan sangat cepat saat musim hujan tiba. Hal ini dikarenakan pada musim hujan, kondisi disekitar kandang basah dan banyak air yang menggenang. Disinilah lalat akan berkembang biak dengan mudahnya. Sehingga, penyakit ini perlu diwaspadai ketika musim hujan tiba.

Apabila seekor sapi sudah terlanjur terkena penyakit surra, berikut ini adalah gejala yang akan ditimbulkannya.

  1. Badan lesu dan lemah. Sapi jadi tidak kuat untuk berdiri terlalu lama
  2. Nafsu makan menurun
  3. Keluar cairan dari hidung dan mata. Cairan ini akan keluar dalam frekuensi yang cukup sering.
  4. Sering mengalami demam
  5. Bulu meremang
  6. Adanya pembengkakan dibawah dagu
  7. Temperatur naik atau tinggi
  8. Apabila penyakit ini sudah menyerang saraf, maka sapi akan kejang – kejang, jalan dengan sempoyongan, lumpuh pada sebagian organ tubuh atau seluruh organ tubuh, dan berputar – putar.

Penyakit surra tidak hanya menyerang sapi saja. Namun, juga bisa menyerang ternak lainnya seperti kerbau. Apabila penyakit ini menyerang kerbau, maka kerbau tersebut akan mengkonsumsi tanah dari pada rumput.

Usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit surra adalah memberantas lalt penghisap darah, memberikan makanan yang bergizi pada sapi, dan menjaga kebersihan kandang sapi. Penting halnya untuk memberikan beberapa obat – obatan untuk menjauhkan sapi dari penyakit surra. Misalnya aritrycide prosalt, qumapyramme, suramin atau naganol, dan isometamidium.

Apabila sapi sudah terkena penyakit surra, maka diperlukan pengobatan secepatnya sehingga tidak menyebar ke ternak yang lain dan tidak menyebabkan kematian pada sapi itu sendiri. Obat yang populer digunakan adalah Suramin (Bayer, Naganol), dan Isometamidium chiorida (specia, Trypamldium). Namun, pemberian suramin dinilai lebih efektif diibandingkan Isometamidium chiorida. Pastikan untuk memberikan Suramin 10 miligram setiap kilogram di 10% larutan yang sudah dibenikan. Apabila ingin menggunakan Isometamidium chiorida, berikan Isometamidium chiorida dengan dosis 2 miligram setiap kilogramnya.

Berbagai sumber.

Penyakit Sapi Gila yang Menyerang Sapi

Bovine Spongiform Encephalophaty atau yang lebih dikenal dengan penyakit sapi gila menjadi salah satu penyakit yang menyerang sistem saraf pada otak sapi. Dalam Bahasa Inggris, penyakit ini juga dikenal dengan istilah mad cow disease yang mampu membuat sapi berperilaku seperti gila. Gila disini berarti merasa ketakutan, hilang koordinasi, depresi, gelisah, dan gerakannya jadi tidak terarah.

Penyakit sapi gila ini diidentifikasi pertama kali pada tahun 1986 di Inggris. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 170.000 kasus penyakit sapi gila. Dari sinilah penyakit sapi gila mulai menyebar ke berbagai negara. Tentu saja negara yang terserang adalah mereka yang merupakan negara pengekspor sapi. Pengekspor sapi disini tidak hanya sapi yang masih hidup saja, namun juga sapi yang sudah dalam bentuk daging seperti Brazil dan Amerika. Di negara – negara yang ada di Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam yang termasuk dalam negara pengekspor sapi, belum banyak ditemukan kasus penyakit sapi gila.

Pada tahun 2012, penyakit sapi gila di California, Amerika, muncul lagi. Hal inilah yang membuat Indonesia dan Korea, yang merupakan negara pengimpor sapi harus menghentikan impor sapi dari Amerika untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan, ketakutan dari berbagai pihak bahwa penyakit sapi gila bisa menular ke manusia.

Penyebab dari sapi terserang penyakit yang satu ini adalah prion dalam tubuh sapi menjadi interaktif. Prion adalah bagian dari protein yang tidak mengandung asam nukleat. Sumber dari penyakit ini adalah pada pakan ternak yang berasal dari pakan hewani seperti daging MBM (Meat Borne Meal) dan tepung tulang. Bagi ternak yang memiliki daya tahan yang tinggi, maka penyakit ini tidak akan menyerang mereka. Kemunculan penyakit ini adalah karena memiliki kandungan prion di dalamnya.

Penyakit sapi gila merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kategori zoonosis. Kategori ini memungkinkan penyakit untuk menular pada manusia. Syarat penularan adalah jika manusia mengkonsumsi tulang belakang atau jaringan otak pada ternak yang sudah terkena penyakit sapi gila. Jika menular ke manusia, maka ia akan terkena Creutzfeldt Jakob Disease (CJD) yang memiliki sifat degenerative. Hal inilah yang akan membuat seseorang memiliki pertumbuhan yang lambat atau berhenti, kehilangan kekuatan, dan membuat fungsi otak terpengaruhi.

Berikut ini adalah berbagai gejala yang dialami oleh sapi yang terserang penyakit sapi gila,

  1. Rasa ketakutannya besar
  2. Menjadi sangat peka terhadap sentuhan
  3. Ketika terjatuh maka sulit untuk berdiri
  4. Terlihat lemah
  5. Terlihat Gelisah
  6. Agresif
  7. Kehilangan Kontrol diri

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan impor ternak yang memiliki bakalan yang berasal dari negara yang terserang penyakit sapi gila.

Berbagai sumber.

Penyakit Kuku Busuk

Berbagai penyakit yang menyerang sapi tentu menimbulkan kerugian tersendiri bagi para peternak. Tidak menutup kemungkinan, apabila sapi yang sakit tidak mendapatkan penangan yang lebih serius, mereka akan mengalami kematian. Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan mampu membuat si sapi enggan untuk bergerak adalah penyakit kuku busuk. Penyakit ini membuat sapi lebih senang untuk duduk, dan makan ala kadarnya. Mungkin penyakit ini terdengar sepele. Namun, apabila tidak mendapatkan penanganan secepatnya, maka akan membuat kerugian tersendiri. Kerugian yang akan dialami peternak jika tidak mengobati sapi yang terkena penyakit kuku busuk adalah:

  1. Kenaikan berat badan yang dialami oleh sapi sangat rendah
  2. Nafsu makan menurun
  3. Sapi memiliki kondisi fisik yang buruk
  4. Harga jual sapi jadi turun / rendah
  5. Sapi merasa kesakitan dan kesulitan saat berjalan
  6. Mampu membuat sapi terkena berbagai penyakit lainnya
  7. Bisa menular ke sapi lain

Sapi akan mengalami berbagai gejala sebelum terserang penyakit yang satu ini. Coba perhatikan pada kuku dari ternak sapi. Gejala yang muncul ialah mengelupasnya selaput kuku akibat adanya jaringan yang mati, dibagian tumit dan celah kuku sapi menjadi bengkak, keluar cairan putih kekuningan (nanah) yang kotor dan berbau tidak sedap, yang terakhir sapi akan merasakan sakit yang teramat hingga tidak bisa jalan. Apabila para peternak membiarkannya, maka kakinya bisa lumpuh.

Penyebab dari penyakit kuku busuk adalah sapi terserang kuman Fusiformis necrophorus. Kuman ini tidak masuk melalui mulut, dan tinggal di dalam sapi. Kuman ini akan berkembang biak di celah kuku sapi. Kuman ini mampu hidup dan berkembang biak sampai bertahun – tahun sebelum akhirnya membuat sapi merasa kesakitan.

Berbagai hal yang mampu membuat kuman Fusiformis necrophorus tinggal di celah – celah kuku sapi adalah sebagai berikut:

  1. Sapi sering berjalan di tempat yang kasar, tajam, dan keras. Sehingga, bebatuan yang ada bisa masuk ke dalam celah kuku dan membuat luka.
  2. Kondisi kuku sapi yang lunak dan lemah. Hal ini dikarenakan sapi tidak pernah dibawa keluar ke padang rumput atau sekedar jalan – jalan. Sapi selalu berada di dalam kandang terus menerus.
  3. Adanya goresan, lecet, dan luka di celah kuku dan tumit sapi. Disini adalah tempat yang sangat ideal untuk kumat hidup dan berkembang biak.
  4. Kaki sapi terkena tonggak yang tajam, pecahan kaca, atau paku
  5. Lantai peternakan yang selalu lembab dan basah akibat lumpur, air, kotoran sapi, dan air kencing yang bercampur menjadi satu.

Pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan adalah, membersihkan tumit dan celah kuku sapi secara rutin. Peternak hanya perlu merendamnya ke dalam larutan atau cairan copper sulphate dengan konsentrasi 3% atau dengan formalin 10%.

Faktor Yang Akan Mempengaruhi Harga Jual

Di jaman yang semakin modern ini, banyak pelaku bisnis yang masih kebingungan untuk menentukan harga jual produk. Banyak dari mereka yang merasa bahwa harga yang sudah ditetapkan tidak sesuai dengan masyarakat di sekitar. Tahukah Anda, harga jual memiliki kaitan yang sangat erat dengan bagaimana tingkat keuntungan dan tingkat penjualan dari usaha Anda. Inilah yang menjadi salah satu di lemah bagi para pelaku bisnis. Apabila Anda menetapkan harga terlalu mahal, maka biasanya ada memiliki pelanggan yang tidak terlalu banyak. Namun, apabila ada menjual produk dengan harga yang murah, maka tentu saja Anda akan menghasilkan keuntungan yang rendah. Penting hanya untuk membuat perhitungan apabila Anda ingin menetapkan harga jual produk Anda. Pastikan Anda memiliki harga produk yang tidak merugikan Anda namun juga tidak merugikan masyarakat di sekitar.

Harga jual produk juga menjadi salah satu hal yang cukup sensitif bagi kelanjutan dari bisnis Anda. Ada berbagai macam hal yang akan membuat harga jual produk terpengaruhi. Sehingga, jangan pernah asal dalam menentukan harga jual produk. Hal ini hanya akan membuat kerugian Anda semakin besar. Seringkali Anda tidak memikirkan bagaimana kerugian yang didapat jika Anda menerapkan harga dengan sesuka hati. Ada berbagai macam hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum Anda menjual produk Anda dengan harga yang telah ditentukan. Produk disini bukan berarti hanya tentang produk barang saja. Produksi siri juga berlaku untuk produk jasa. Berikut ini adalah berbagai hal yang harus diperhatikan ketika akan menentukan harga jual produk.

  1. Pesaing

Anda harus melihat bagaimana harga jual yang dibandrol oleh para pesaing yang ada di sekitar bisnis Anda. Terutama mereka yang memiliki produk yang sama. Pastikan Anda menerapkan harga jual produk yang tidak terlalu mahal namun juga tidak terlalu murah. Dengan begitu produk Anda bisa bersaing dengan para pebisnis lainnya. Jangan lupa untuk memperhatikan bagaimana tingkat keuntungan yang akan didapatkan ketika Anda menerapkan harga tersebut.

  1. Manfaat usaha

Harga jual produk akan berarti ketika Anda mampu memberikan produksi yang memberikan keuntungan bagi para pelanggan. Pantas atau tidak dengan nilai nilai dari produk Anda. Apabila Anda bisa memberikan pada masyarakat produk dengan nilai yang baik, maka cobalah untuk menjual produk tersebut dengan harga yang sedikit tinggi. Hal ini akan membuat Anda tidak rugi karena pelanggan membutuhkan barang Anda. Tidak hanya nilai dari produk saja yang perlu diperhatikan, Anda juga perlu memperhatikan bagaimana kualitas dari produk yang Anda tawarkan. Walaupun nilai dari barang tersebut tinggi, namun apabila kualitasnya rendah, maka masyarakat juga akan berpikir dua kali untuk membeli barang Anda.

  1. Pelanggan

Pelanggan menjadi salah satu hal yang adalah prioritas Anda. Ketika Anda akan menetapkan harga pastikan Anda mengetahui bahwa harga tersebut bisa diterima oleh pelanggan yang ada. dari harga maka Anda sudah menentukan bagaimana kualitas produk. Pastikan ketika Anda menerapkan harga yang mahal, Anda juga memberikan kualitas yang sepadan. Perhatikan pula bagaimana target dari pelanggan Anda. Apabila Anda menargetkan pelanggan yang membeli adalah pelanggan kelas menengah ke atas, tidak ada salahnya jika Anda membantu roll dengan harga yang sedikit lebih mahal. Namun apabila target Anda adalah masyarakat kelas menengah kebawah, juallah produk Anda dengan harga yang murah.