Archive / March, 2017

Berbagai Faktor yang Harus Diperhatikan Agar Sapi Selalu Sehat

BhumiAndhini.com Salah satu hal yang sering dikhawatirkan banyak orang saat akan beternak adalah penyakit yang mampu menyerang hewan ternak. Perlu dilakukan berbagai cara agar hewan ternak tidak terserang berbagai macam penyakit. Pencegahan dilakukan sedemikian rupa untuk menghindari pengobatan. Hal ini dikarenakan biaya yang digunakan untuk berobat lebih tinggi dibandingkan untuk melakukan pencegahan.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar ternak terhindar dari berbagai macam penyakit? Berikut ini ulasannya.

  1. Memanfaatkan Kandang Karantina

Apabila Anda memiliki bakalan sapi baru, akan lebih baik jika sapi tersebut dikarantina di kandang terpisah dengan sapi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memantau berbagai hal pada sapi tersebut. Ketika Anda membeli bakalan sapi di pasar, Anda tidak akan tahu apakah sapi tersebut terkena penyakit atau tidak, bagaimana caranya untuk beradaptasi, dan lain sebagainya. Ketika sapi baru dikarantina, disarankan untuk memberikan obat cacing. Hal ini dikarenakan, sebagian besar sapi yang ada di Indonesia (terutama sapi rakyat) menderita cacingan. Pada dasarnya penyakit ini memang bukanlah penyakit yang mematikan. Namun, penyakit ini akan membuat proses penggemukan sapi jadi terhambat. Cacing yang ada di dalam tubuh sapi akan menyerap berbagai nutrisi yang diberikan pada sapi. Waktu yang cocok untuk mengkarantina sapi ialah satu minggu untuk sapi yang sehat. Untuk sapi yang sakit, diperlukan waktu hingga sapi tersebut benar – benar sembuh. Hal ini bertujuan agar penyakit yang diderita oleh sapi baru tidak akan menular pada sapi lainnya.

  1. Melakukan vaksinasi

Penting halnya untuk melakukan vaksinasi pada tiap bakalan sapi baru. Vaksinasi ini tidak perlu diberikan selama sapi hidup, namun cukup ketika sapi dikarantina saja. Terdapat berbagai penyakit berbahaya yang diam – diam akan menyerang sapi. Para pakar mengatakan bahwa vaksinasi yang wajib dan penting untuk dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. Vaksinasi yang satu ini benar – benar tidak boleh dilewatkan oleh tiap hewan ternak. Terdapat berbagai vaksinasi lain yang bisa dilakukan seperti vaksinasi penyakit mulut dan kuku, vaksinasi cacingan, vaksinasi kembung (bloat), dan berbagai jenis vaksinasi lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tidak hanya teknologi saja yang berkembang. Bakter dan virus juga mengalami perkembangan yang harus diwaspadai.

  1. Menjaga kebersihan kandang sapi dan sapi itu sendiri

Salah satu hal yang harus dilakukan oleh para peternak secara rutin adalah membuat kandang sapi dan bakalan sapi selalu bersih. Apabila Anda menggemukkan sapi dengan intensif, maka sapi akan menghasilkan kotoran yang tidak sedikit. Hal ini dikarenakan jumlah pakan yang diberikan pada sapi lebih banyak dari biasanya. Sehingga, penting halnya untuk menjaga kebersihan ternak secara intensif. Dalam sehari, setidaknya peternak harus membuang kotoran yang ada di kandang sapi. Hal ini bertujuan agar virus dan bakteri yang ada dalam kotoran tidak akan berkembang biak menjadi penyakit.

 

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Diare pada Ternak

Diare tidak hanya menyerang manusia saja. Penyakit yang satu ini bisa menyerang hewan ternak seperti kerbau, sapi, kambing, kuda, unggas, kelinci, itik, ayam, angsa, bebek, dan lain sebagainya. Terdapat berbagai macam faktor yang mampu membuat ternak terserang diare. Sama seperti manusia, diare pada ternak merupakan salah satu kondisi dimana sistem pencernaan memiliki pergerakan cairan yang bermasalah. Salah satu hal yang cukup terlihat dan disebabkan oleh diare adalah dehidraasi atau kehilandan cairan dalam tubuh. Ketika diare, hewan ternak tentu akan mengeluarkan kotoran. Biasanya, kotoran ini juga mengandung elektrolit dan berbagai garam mineral. Hal inilah yang mampu membuat ternak menjadi stres dan depresi. Keseimbangan kimiawi tubuh jadi berubah dan mampu berujung pada kematian.

Pada umumnya, diare sendiri dibagi menjadi dua kategori. Yang pertama adalah disebabkan karena nutrisi yang tidak seimbang dan yang kedua disebabkan karena adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Diare yang disebabkan karena adanya nutrisi yang tidak seimbang

Biasanya, kategori diare yang satu ini disebabkan karena adanya perubahan yang cukup mendadak untuk program pemberian pangan. Misalnya, jika biasanya hewan ternak hanya mengkonsumsi susu untuk sumber nutrisi, namun ketika hewan ternak menjadi dewasa, ia akan diberikan hijauan dan makanan serat untuk suplemen tubuh. Selain itu, bisa juga disebabkan jika susu yang diberikan terlalu dingin, tidak sesuai dengan takaran seperti biasanya, atau sudah basi.

Diare bukanlah salah satu penyakit yang membuat ternak mengalami kematian. Biasanya, diare yang disebabkan karena adanya nutrisi yang tidak seimbang ini mampu membuat tubuh hewan ternak jadi cepat lemah. Jika tidak ditangani secepatnya, maka ternak bisa terserang berbagai penyakit yang lebih parah lainnya.

Diare yang disebabkan karena adanya infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme

Diare yang satu ini menjadi salah satu masalah yang cukup besar bagi hewan ternak terutama pada sapi dan kambing. Diare yang disebabkan karena adanya infeksi ini bisa terjadi akibat infeksi oleh bakteri, protozoa, ataupun virus. Sehingga, pastikan Anda mengidentifikasikan apa yang menyebabkan hewan ternak mengalami diare. Setelah mengidentifikasinya, lakukan perbaikan atas hal yang salah, dan lakukan pengobatan. Ini adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk mencegah diare pada ternak.

Infeksi Bakteri

Bakteri yang menyerang hewan ternak ini memproduksi suatu zat yang sifatnya racun dan mampu membuat dinding usus ternak terganggu. Biasanya, reaksi yang akan diberikan oleh sistem pencernaan adalah dengan memompa air dalam jumlah yang sangat banyak atau berlebihan pada usus. Air ini dipompa bertujuan untuk membuat racun yang ada di usus hilang. Bakteri yang bertanggung jawab pada infeksi sistem pencernaan hewan ternak ini adalah Salmonella, Clostridium, dan E.Coli.

 

Jenis Tanaman Penambah Protein Bagi Pakan Sapi

Banyak peternak menggunakan rumpput jenis leguminosa untuk pakan para ternaknya. Rumput leguminosa ini bisa digunakan sebagai pakan baik untuk ternak non ruminansia maupun ruminansia. Beberapa diantaranya juga dikonsumsi oleh manusia. Kandungan protein yang ada dalam rumput leguminosa ini cukup tinggi. Sehingga, sangat baik untuk kesehatan tubuhnya. Kandungan protein tersebut mampu mencukupi nutrisi yang diperlukan oleh ternak. Selain kandungan protein yang tinggi, kadar air yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Hal inilah yang membuat ternak akan tetap terjaga kesehatannya. Namun, masih banyak peternak yang salah dalam memahami perbedaan rumput leguminosa dan rumput untuk pakan utama.

Terdapat berbagai jenis rumput leguminosa berdasarkan bentuk dan macamnya. Kandungan yang dimiliki oleh masing – masing rumput juga berbeda satu sama lain. Berikut ini adalah berbagai jenis rumput leguminosa.

  1. Gliricidea Maculate

Gliricidea Maculate yang juga dikenal dengan Gamal, merupakan salah satu jenis pepohonan yang bisa ditanam sebagai tanaman pagar. Daun yang dimiliki oleh tanaman ini mempunyai nutrisi yang sangat penting untuk membantu tumbuh kembang sapi ternak. Untuk pemberian pada ternak, jangan diberikan ketika Gliricidea Maculate masih segar. Layukan terlebih dahulu, sebelum diberikan pada ternak. Hal ini bermanfaat untuk membuat nutrisi yang ada bisa masuk ke dalam tubuh ternak dengan maksimal. Namun, tidak semua jenis rumput memiliki cara pemberian yang sama.

  1. Kaliandra

Kaliandra merupakan salah satu jenis tanaman leguminosa yang bisa Anda temukan di beberapa tempat. Kaliandra sering dimanfaatkan untuk campuran pakan rumput pada ternak. Kandungan protein yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Hal inilah yang membuat Kaliandra menjadi salah satu jenis tanaman yang digunakan pada ternak penggemukan sapi.

  1. Leucaena Leucocephala

Mungkin Anda tidak terlalu kenal dengan Leucaena Leucocephala. Tanaman ini juga dikenal dengan nama Lamtoro. Leucaena Leucocephala memiliki berbagai macam fungsi. Tidak hanya dijadikan sebagai pakan sapi saja, Leucaena Leucocephala juga digunakan untuk pakan campuran. Kandungan protein yang tinggi membuat Leucaena Leucocephala menjadi salah satu jenis rumput yang disukai oleh ternak sapi.

  1. Desmodium Rinsonii

Salah satu jenis tanaman leguminosa yang memiliki daun yang bulat adalah Desmodium Rinsonii. Tanaman yang juga populer disebut desmodium ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Protein ini akan berperan dengan sangat besar dalam penggemukan sapi. Tidak sedikit para peternak yang memilih tanaman ini untuk usaha ternaknya.

Jumlah konsentrat yang diberikan tidak boleh lebih banyak dari jumlah pakan utama dari ternak. Pemberian pakan tambahan ini hanya untuk melengkapi kebutuhan sapi yang belum bisa dilengkapi oleh pakan utama. Biasanya, konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, dedak jagung, bungkil kacang tanah, ampas tahu, dan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dan bungkil biji kapok.

 

Jenis – jenis Rumput untuk Ternak Sapi

Ketika Anda mendengar kata rumput, sering kali yang terpikirkan dalam benak Anda adalah tanaman liar atau yang dikenal dengan gulma. Bagi Anda, rumput merupakan tanaman yang mampu membuat tanaman pokok menjadi terganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan, tanaman liar juga mampu membuat tanaman pokok mati. Pada umumnya, Anda akan berpikir seperti ini. Namun, dalam dunia peternakan, rumput menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk pakan ternak ruminansia seperti kambing, domba, kerbau, dan sapi.

Berikut ini adalah taksonomi atau klasifikasi dari rumput:

  1. Kingdom : Plantae
  2. Famili : Graminae
  3. Kelas : Monokotil
  4. Genus : Panicum, Pennisetum, Brachiaria, Paspalum
  5. Species : Panicum maximum, Brachiaria brizantha, Pennisetum purpureum, Paspalum dilatatum.

Rumput merupakan salah satu tumbuhan monokotil yang memiliki siklus hidup perennial dan annual. Ciri perakaran dari rumput ialah serabut dengan dasar dan bentuk yang sederhana. Akar dari rumput menjadi satu dengan batang, akarnya termasuk dalam perakaran silindris, lembar daun dari rumput sendiri muncul pada pelepah yang ada di buku – buku atau nodus. Lembar daun ini tumbuh melingkari batang, dan membentuk sebuah rumpun. Rumput memiliki dua jenis akar. Adalah akar sekunder dan akar primer. Letak dari akar sekunder sendiri dekat dengan dasar batang di bawah permukaan tanah. Sedangkan akar primernya akan terbentuk jika perkecambahan sudah terjadi. Akar primer akan tumbuh ketika seedling dimulai.

Ciri – ciri dari rumput yang cocok untuk digunakan sebagai pakan ternak adalah:

  1. Dipanen saat umurnya masih muda. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nutrisi yang baik.
  2. Palatabilitas yang dimiliki baik
  3. Daunnya halus, berwarna hijau, melengkung, mudah rebah, dan merunduk
  4. Batangnya mengkilap dan gemuk, dan akan mengeluarkan cairan jika ditekan
  5. Tanah tempatnya ditanam benar – benar subur

Berikut ini adalah berbagai jenis rumput yang bisa diberikan pada ternak sapi,

  1. Panicum maximum

Panicum Maximum merupakan salah satu jenis rumput yang juga dikenal dengan nama Rumput Benggala. Bisa dikatakan, Rumput benggala menjadi salah satu jenis rumput yang disukai oleh ternak. Gizi yang terdapat dalam rumput benggala juga cukup tinggi, sehingga akan membuat kesehatan ternak tetap terjaga. Tinggi dari rumput benggala bisa mencapai dua meter.

  1. Pennisetum Purperium

Pennisetum Purperium merupaka jenis rumput yang dikenal dengan istilah Rumput Gajah Hawai. Daya produksi dari rumput gajah hawai ini cukup tinggi. Sehingga, bisa menjadi salah satu jenis rumput yang bisa ditanam peternak untuk menghemat biaya pakan. Rumput ini juga menjadi salah satu rumput yang disukai oleh ternak.

  1. Sphacelata

Sphacelata juga menjadi salah satu rumput yang disukai oleh ternak. Bagi para peternak yang memiliki peternakan di daerah yang kering, sangat cocok untuk memberikan rumput sphacelata untuk ternak. Hal ini dikarenakan rumput yang satu ini tahan pada iklim kering.

Keunggulan dan Ciri dari Sapi Brangus

Di Indonesia, bisa ditemukan berbagai jenis sapi. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, banyak pihak yang melakukan persilangan sapi, dengan tujuan tertentu. Selain menambah jenis sapi di Indonesia, persilangan sapi juga dilakukan untuk alasan ilmiah maupun penelitian. Salah satu jenis sapi yang cukup populer di Indonesia adalah Sapi brangus. Sapi ini merupakan hasil persilangan dari sapi jenis Brahman betina (Bos indicus) dan Sapi jenis Angus jantan (Bos Taurus). Sapi Brangus sering digunakan sebagai sapi potong.

Ciri dari Sapi Brangus yang cukup terlihat adalah bentuk tanduknya yang kecil, dan kulitnya yang berwarna hitam. Ciri yang dimiliki oleh Sapi Brangus ini merupakan warisan dari persilangan induknya.

Komposisi genetik pada Sapi Brangus ialah 5/8 Aberdeen Angus dan 3/8 Brahman. Persilangan ini dilakukan di Oklahoma, Amerika Serikat. Sehingga, bisa dikatakan bahwa Sapi Brangus berasal dari Oklahoma.

Untuk mengetahui lebih jelas dan lebih lanjut, berikut ini adalah sifat dan ciri – ciri fisik dari Sapi Brangus,

  1. Memiliki telinga dan leher yang pendek
  2. Tanduknya kecil
  3. Warna kulitnya hitam
  4. Badan berkomposisi padat dan kompak
  5. Punggungnya tidak bengkok atau lurus
  6. Kakinya kokoh dan kuat
  7. Mewarisi sifat sapi Brahman, yaitu memiliki punuk
  8. Walaupun memiliki kulit warna hitam, Sapi Brangus tetap tahan pada udara panas
  9. Memiliki daya tahan tubuh yang kuat pada gigitan serangga yang seringkali menyebabakan Sapi Brangus terganggu
  10. Jika mutu pakan kurang baik, Sapi Brangus mudah untuk menyesuaikan diri
  11. Persentase karkas dan produktifitas daging tinggi. Hal ini merupakan warisan yang dimiliki oleh Aberdeen Angus.

Keunggulan pada Sapi Brangus rupanya didapat dari perpaduan antara sifat yang bagus dari kedua induknya. Keunggulan dari Sapi Brahman dan Sapi Angus, diturunkan pada Sapi Brangus yang merupakan hasil persilangannya. Keunggulan yang akan Anda dapatkan dari Sapi Brangus adalah,

  1. Badannya bertumbuh dengan sangat cepat
  2. Tubuhnya kompak dan besar
  3. Ketika Sapi Brangus dewasa, berat badannya bisa lebih dati satu ton
  4. Ketika diberi pakan sederhana, Sapi Brangus mudah untuk menyesuaikan
  5. Daya tahan tubuh sangat baik terhadap iklim tropis / panas
  6. Persentase karkasnya tinggi
  7. Produktifitas dagingnya juga tinggi

Satu hal yang membuat Sapi Brangus unik adalah, sapi ini termasuk dalam tipe dwiguna (dual purpose). Sapi ini bisa menjadi penghasil daging, namun juga bisa sebagai penghasil susu. Karkas Sapi Brangus yang ada di Kabupaten Sragen mencapai lebih dari 53 kg. Kualitas daging yang dimiliki oleh Sapi Brangus ialah lemak sebesar 8,8% dan protein sebesar 11,5%. Sapi Brangus juga sudah diberi lebel 14, yang membuktikan bahwa daging tersebut memiliki kualitas yang baik. Untuk susu yang dihasilkan oleh Sapi Brangus sendiri bisa mencapai 4 liter tiap ekor.

Ternyata Sapi Brangus merupakan tipe dwiguna (dual purpose) jadi dapat berfungsi sebagai penghasil daging maupun penghasil susu. Sebagai penghasil daging, karkas Sapi Berangus di Kabupaten Sragen dapat mencapai + 53% dengan kualitas daging : Protein 11,5% dan Lemak 8,8% dengan lebel 14 dan dinyatakan sebagai daging baik (hasil uji Lab. BPPV Yogyakarta) sebagai penghasil susu, induk Sapi Berangus yang baru melahirkan mampu memproduksi susu sampai + 4 liter/ ekor.