Archive / January, 2017

Pelatihan Bisnis Sapi Potong Hari Kedua

BhumiAndhini.com – Menjadi seorang peternak sapi bukanlah hal yang mudah. Namun dengan cara yang benar ternyata, berternak sapi akan menjadi hal yang menyenangkan. Agar mampu mengelola peternakan sapi seperti yang diinginkannya, seorang calon peternak harus menguasai beberapa teori terlebih dahulu. Untuk itu, Bhumi Andhini Farm and Education memberikan teori yang harus dikuasai oleh para calon peternak sapi.

Teori yang diberikan diharapkan mampu membuat peserta semakin memahami seluk beluk tentang sapi. Untuk memelihara sapi, ada tiga bagian besar yang perlu diperhatikan. Yaitu pengembangbiakan, pembesaran, dan penggemukan. Tujuan dari ketiga bagian ini juga berbeda – beda. Sapi yang siap potong akan dihasilkan dari proses penggemukan.

“Untuk memilih bakalan atau bibit agar menjadi sapi yang baik, pastikan sapi tidak cacat, dalam kondisi sehat, dan bentuk badannya proporsional,” ujar Pandjono, Ph.D. Dosen di Fakultas Peternakan UGM.

Rupanya, berhasil atau tidaknya tahapan untuk memelihara sapi juga bergantung dari pakan yang diberikan pada sapi. Tidak cukup jika hanya memberikan rumput saja sebagai pangannya. Dibutuhkan nutrisi lain yang berasal dari konsentrat. Bahan untuk membuat konsentrat di masing – masing daerah berbeda – beda. Bhumi Andhini Farm and Education menggunakan kopra, kulit coklat yang sudah digiling, bungkil kacang, dan limbah gandum sebagai sumber protein. Sedangkan sumber energi diambil dari katul atau dedak, tepung roti, onggok, dan singkong.

“Pemberian pakan pada sapi juga memiliki tata cara tersendiri. Ketika sapi mengkonsumsi konsentrat, maka lambung sapi akan mengalami penurunan pH, di mana akan terjadi suasana asam. Untuk menyeimbangkannya, sebelum diberikan konsentrat, biarkan sapi makan rumput atau hijauan terlebih dahulu,” jelas Ilham Akhmadi,SE.MSc selaku narasumber sekaligus CEO dan Founder Bhumi Andhini Farm and Education.

Karena sapi merupakan salah satu hewan ruminansia yang mudah stres, diperlukan beberapa perlakuan khusus untuk mengatasi agar sapi tidak mudah stres ketika akan dipotong. Sapi merupakan hewan yang hidup berkelompok. Sehingga, dalam satu kandang, usahakan terdapat sedikitnya 30 sapi. Penting untuk memiliki rutinitas yang tidak berubah – ubah. Misalnya jadwal membersihkan kandang, pemberian pakan, dan interaksi peternak dengan sapi. Sama seperti manusia, sapi satu dengan yang lain memiliki tingkat daya tahan tubuh yang berbeda – beda. Apabila terdapat sapi yang terserang penyakit, sebaiknya pisahlah sapi tersebut.

Pemberian teori pada 22 Januari 2017 di Hotel Burza ini mampu membuat wawasan para calon peternak bertambah luas. Tindak lanjut setelah pelatihan bisnis sapi potong ini, para peserta akan dimasukkan kedalam sebuah grup media sosial agar bisa terhubung dengan Bhumi Andhini Farm and Education serta alumni pelatihan batch sebelumnya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya mendapatkan berbagai ilmu baru yang harus saya terapkan di peternakan saya,” ujar Gilbert Wantalangi, yang merupakan salah seorang peserta dari Manado.

Pelatihan Bisnis Sapi Potong Hari Pertama

BhumiAndhini.com – Kebutuhan daging sapi di Indonesia yang setiap tahunnya terus meningkat, menarik perhatian Bhumi Andhini Farm and Education. Apalagi, meningkatnya kebutuhan daging sapi tidak diimbangi dengan produksi daging sapi di tanah air.

Menjadi agenda bulanan bagi Bhumi Andhini Farm and Education, untuk mengadakan pelatihan bisnis sapi potong. Tujuan diadakannya pelatihan bisnis sapi potong ini adalah untuk membuat masyarakat semakin tertarik untuk berbisnis sapi potong yang memiliki peluang yang cukup besar.

Menurut Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan, dibandingkan dengan negara di Eropa, Indonesia masih memiliki tingkat konsumsi yang rendah.

“Konsumsi daging sapi orang Indonesia hanya 2,2 kg per kapita/tahun. Tentu saja angka ini tidak sebanding dengan negara-negara di Eropa seperti Jerman, dan lain sebagainya,” ujar Dokter Hewan Supriyanto selaku Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan.

Walaupun tingkat konsumsi daging sapi di Indonesia tergolong rendah, rupanya Indonesia masih harus mengimpor sapi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Belum lagi, data dari pemerintah mengatakan bahwa populasi sapi di Indonesia selalu menurun setiap tahunnya.

“Data menunjukkan kalau Indonesia masih harus mengimpor sapi sebanyak 1,2 juta tiap tahunnya. Tentu ini bukanlah angka yang sedikit. Diharapkan pelatihan ini mampu membuat produksi sapi potong meningkat, sehingga Indonesia tidak perlu mengimpor sapi lagi,” ujar M. Lutfi Irwanto SE, CFP, selaku CFO dan Co-Founder Bhumi Andhini Farm and Education.

Pelatihan bisnis sapi potong, juga diadakan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas kepada para peserta yang sudah memiliki ternak sapi. Pelatihan yang diadakan selama dua hari ini (21 – 22 Januari 2017), diawali dengan praktek di lapangan. Peserta diajak untuk melihat berbagai jenis sapi di Pasar Hewan, Imogiri dan di Peternakan Bhumi Andhini Farm and Education yang ada di Bantul dan Wonosari.

Sebelum berkunjung ke peternakan Bhumi Andhini Farm and Education, peserta diajak untuk melihat bagaimana cara pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan di Giwangan dan cara membuat pakan sapi di Pabrik Bhumi Andhini Farm and Education di Pleret, Bantul.

Peserta cukup antusias untuk mengikuti serangkaian acara yang sudah dibentuk oleh tim panitia. Hal ini dibuktikan dengan munculnya banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta. Pelatihan bisnis sapi potong ini diikuti oleh 15 orang peserta, dimana satu diantaranya adalah seorang wanita. Peserta tidak datang dari Yogyakarta, namun dari berbagai daerah di luar Yogyakarta seperti Manado, Lampung, Medan, Bandung, Semarang, Jakarta, Bali dan Thailand.

“Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat. Harapannya, setelah dari pelatihan ini, saya bisa join untuk buka peternakan dengan kakak saya,” ujar Oga Yogaswara, salah seorang peserta dari Bandung.

Rangkaian kegiatan yang berakhir pada pukul 19.00 WIB ini, akan dilanjutkan pada 22 Januari 2017 untuk sesi kelas atau teori. Diharapkan, dari sesi pertama yang dilakukan di lapangan, peserta sudah memiliki berbagai hal yang ingin ditanyakan esok hari.

Penyakit Antrhrax Pada Sapi

Salah satu penyakit yang menyerang sapi dan mampu menular pada manusia adalah penyakit antrhax. Penyakit ini tergolong dalam zoonosis. Penyakit Antrhax disebabakan karena sapi diserang oleh bakteri Bacillus Anthracis yang masuk lewat air minum dan pakan. Selain melalui dua media ini, bakteri Bacillus Anthracis juga bisa menyerang sapi lewat tanah dan masuk lewat luka atau pernapasan. Apabila musim panas tiba, bakteri ini akan lebih mudah melakukan penyebaran. Apalagi jika sapi sedang kelelahan dan kurang makan.

Bakteri Bacillus Anthracis merupakan salah satu bakteri yang memiliki daya tahan yang tinggi. Sehingga, cukup sulit untuk menghilangkan bakteri ini dari tubuh si sapi. Penyakit Antrhax tidak mengenal usia dari sapi. Bahkan, bagi Anda yang kurang fit dan berdekatan dengan sapi, Anda juga bisa terserang penyakit yang satu ini. Anda harus lebih berhati – hati untuk berinteraksi dengan sapi yang sudah terserang Penyakit Antrhax. Bakterinya bisa masuk ke tubuh Anda melalui pernapasan Anda. Usahakan untuk mengenakan masker, agar bulu sapinya tidak masuk kedalam hidung.

Ciri – ciri sapi terkena Penyakit Anthrax :

  • Sapi menjadi diare, dikarenakan adanya peradangan di bagian limpa
  • Napasnya tersengah – sengah (putus – putus)
  • Pada bagian perut, akan mengalami pembengkakan
  • Daya tahan tubuh sapi menurun, sehingga sapi sering terkena demam, dan mudah jatuh
  • Di beberapa bagian tubuh terjadi pendarahan. Pendarahan ditandai dengan warna hitam yang biasanya ada pada mulut, lubang hidung, dan lubang anus)
  • Sapi bisa mati mendadak

Apabila sapi sudah terkena Penyakit Antthrax, maka Anda harus melakukan pengobatan sesegera mungkin. Sedangkan jika belum terkena penyakit ini, maka akan lebih baik jika Anda menjaga kebersihan dari kandang sapi tersebut. Pengobatan dan pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah :

  • Melakukan pembersihan, pemeriksaan, dan karantina apabila dalam suatu daerah sudah terkena Bakteri Bacillus Anthracis
  • Jangan melakukan kontak fisik dengan sapi yang sudah terkena Penyakit Anthrax. Lakukan kontak fisik jika diperlukan saja. Karena, kontak fisik mampu membuat Bakteri Bacillus Anthracis masuk kedalam tubuh Anda
  • Memberikan antibiotik dengan spektruk luas seperti Oxytetracyclin, Penisilin G, dan Streptomycin
  • Memberikan vaksin apora avirulen tiap tahun secara berkalan untuk mencegah sapi terkena Penyakit Anthrax
  • Ketika memberi pakan sapi, jangan menyertakan bagian akarnya. Cukup memberikan bagian yang hijau saja
  • Jangan membedah sapi yang terkena Penyakit Anthrax walaupun sudah mati. Jangan memegang bagian tubuh sapi yang terluka pula. Akan lebih aman jika Anda mengubur langsung bangkai sapi atau membakarnya bila perlu

Penyakit Anthrax ini dinilai sangat berbahaya bagi sapi dan bagi para peternak. Apabila Anda salah mengambil langkah, justru Anda akan semakin memperparah keadaan. Sapi tidak akan sembuh dari Penyakit Anthrax, dan Anda juga terserang penyakit ini.

Berbagai sumber.

Perhatikan Berbagai Hal Ini Ketika Anda Sedang Mulai Berbisnis

Adalah hal yang sangat sulit jika Anda hanya mengandalkan gaji bulanan untuk menghidupi kebutuhan Anda selama sebulan. Apalagi, jika gaji yang Anda dapatkan pas – pasan. Banyak orang mencoba terjun ke dalam dunia bisnis untuk membuat penghasilan mereka bertambah. Selain itu, tujuan mereka masuk ke dunia bisnis adalah untuk memiliki pekerjaan yang tidak mengikat. Banyak pebisnis senior mengatakan bahwa dengan berbisnis, keuntungan yang Anda dapatkan lebih banyak dibandingkan bekerja pada orang lain. Tentu saja hal ini membuat siapa saja ingin mencoba terjun ke dunia bisnis.

Namun, karena terdapat beberapa faktor negatif, tidak sedikit pula mereka yang justru gagal dalam berbisnis. Hal yang membuat Anda harus gulung tikar sering kali berasal dari berbagai hal sederhana yang luput dari pemikiran Anda. Apabila Anda yakin ingin mulai berbisnis, maka lakukanlah. Berikut ini adalah berbagai hal yang akan membuat Anda lebih yakin untuk terjun ke dunia bisnis.

  1. Tidak punya modal? Bisa mencari investor

Kendala yang sering dialami oleh banyak orang adalah tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai bisnisnya. Tidak punya modal bukanlah alasan yang mampu membuat Anda menunda untuk terjun ke dunia bisnis. Tidak usah takut, karena diluar sana terdapat banyak perusahaan dan pengusaha yang mampu menjadi investor untuk membiayai usaha Anda.

  1. Merangkul karyawan adalah kunci terpenting dalam usaha

Ketika bisnis Anda sudah mulai membesar, Anda tentu harus mempekerjakan orang untuk memudahkan usaha Anda. Biasanya, Anda akan memiliki berbagai tugas yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Ketika Anda mempekerjakan karyawan, maka Anda harus mulai memikirkan pengeluaran Anda untuk membayar gajinya. Semuanya ini bisa Anda kendalikan dalam tahap wawancara kerja. Ada saatnya dimana Anda harus memposisikan karyawan sama seperti Anda. Hal ini perlu dilakukan agar mereka loyal pada perusahaan Anda.

  1. Pastikan Anda berbisnis sesuai dengan passion

Tentu adalah hal yang menyenangkan ketika Anda bekerja sesuai dengan passion Anda. Semua pekerjaan akan terasa lebih ringan dan lebih mudah jika sesuai dengan passion. Tidak akan ada stres dalam hidup Anda, karena Anda mampu memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan melakukan berbagai hal yang Anda sukai. Anda tidak akan merasa rugi, walaupun sudah membuang waktu dan tenaga Anda untuk pekerjaan Anda. Ketika ada tantangan dalam pekerjaan Anda, bukannya menyerah, justru Anda terpacu untuk memecahkan tantangan tersebut.

  1. Berbisnis bagaikan membangun rumah

Ketika Anda sudah mendapatkan karyawan, maka Anda harus membuat karyawan tersebut nyaman untuk bekerja dalam perusahaan Anda. Bukan hanya besarnya gaji saja yang mampu membuat mereka loyal, namun juga bagaimana ikatan mereka dengan perusahaan. Ciptakan suasanayang menyenangkan ketika bekerja. Tidak usah ragu – ragu untuk melibatkan ide dan keputusan mereka dalam mengambil keputusan. Terkadang, terdapat berbagai hal sederhana yang sering Anda lewatkan, namun justru dipikirkan oleh karyawan.

 

Berbagai Keuntungan yang Akan Anda Dapatkan dengan Beternak Sapi Brahman

Salah satu jenis sapi potong terbaik di Indonesia adalah Sapi Brahman. Walaupun Sapi Brahman merupakan jenis sapi potong terbaik, rupanya Sapi Brahman bersaing dengan sapi bali dan sapi limosin. Sapi Brahman merupakan salah satu jenis sapi yang berasal dari India. Sapi brahman mengalami perkembangan yang lebih lanjut di Peternakan Amerika. Ketika Sapi Brahman dibawa dari India, sapi ini memiliki perawakan yang tidak terlalu gemuk. Namun, karena terdapat perkembangan yang dilakukan di Amerika, Sapi Brahman jadi memiliki badan yang lebih berisi. Karena hal inilah, banyak orang yang memesan Sapi Brahman untuk diternak di berbagai belahan dunia.

Sapi Brahman memiliki kulit yang menjuntai dan punuk yang cukup besar. Di bagian bawah kepala dari Sapi Brahman, Anda bisa melihat gelambir yang sangat lebar dan sangat besar. Karena sudah mengalami perkembangan, tubuh Sapi Brahman memiliki ukuran yang sangat besar. Apabila Anda membandingkan Sapi Brahman dengan sapi lokal seperti sapi madura dan sapi bali, Anda akan melihat dengan jelas bagaimana perbedaannya. Sapi lokal, hanya memiliki bobot sekitar 500 kg saja. Namun, Sapi Brahman bisa mencapai bobot 1 ton. Karena berat badannya yang fantastis, hal ini yang membuat Sapi Brahman menjadi sapi terbaik untuk dijadikan ternak sapi potong. Sapi Brahman memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik. Sehingga, tidak perlu khawatir dengan kesehatan Sapi Brahman. Salah satu penyakit yang paling sering menyerang sapi adalah penyakit caplak. Pada sapi lokal, penyakit ini sangat sering menyerang mereka. Namun, penyakit ini berhasil ditangkal oleh daya tahan tubuh dari Sapi Brahman. Biasakan untuk memberikan pakan dengan kualitas terbaik. Sapi Brahman memang tetap bisa berkembang dengan baik jika diberi pakan kualitas rendah. Namun, Anda akan merasakan dampaknya, ketika Sapi Brahman sudah dipotong. Untuk mendapatkan kualitas daging sapi yang terbaik, pastikan Anda memberikan yang terbaik pula.

Sapi Brahman memiliki dua jenis. Adalah Sapi Brahman Cross dan Sapi Brahman Amerika. Sapi Brahman Cross merupakan sapi yang diperoleh dari persilangan Sapi Australia dan Sapi Brahman Amerika. Jenis sapi asal Australia yang digunakan adalah jenis Shorthorn dan Hereford. Banyak peternak asal Australia yang mencoba untuk menyilangkan berbagai jenis sapi. Ada salah seorang peternak yang menyilangkan sapi droughmaster dengan sapi brahman. Persilangan ini dilakukan untuk memperoleh manfaat darah sapi terbaik. Diharapkan, peranakannya nanti mampu memiliki tingkat kemiripan hingga 80% dengan Sapi Brahman Amerika.

Yang kedua adalah Sapi Brahman Amerika. Saat ini, Sapi Brahman Amerika menjadi salah satu jenis sapi yang digemari oleh banyak peternak. Negara pengimpor sapi jenis Brahman Amerika ini adalah Australia dan Eropa. Rupanya, banyak peternak yang setuju bahwa Sapi Brahman Amerika merupakan sapi yang cocok untuk dijadikan sapi persilangan dengan jenis sapi lain yang ada di penjuru dunia.

Membuat kontruksi bangunan kandang sapi yang baik dan benar

Salah satu kunci sukses dalam beternak sapi potong adalah bagaimana kandang yang Anda buat. Anda harus memperhatikan berbagai hal, sehingga tidak salah ketika merancang kandang sapi, dan membuat kandang sapi. Berikut ini, adalah berbagai hal yang harus Anda perhatikan ketika akan membangun kandang sapi.

Konstruksi bangunan

Kandang sapi harus memiliki fondasi dan bangunan yang kuat untuk menampung sapi – sapi yang akan diternak. Untuk mempermudah pembersihan kandang sapi, ada baiknya jika Anda mendesain kandang sapi sedemikian rupa, sehingga Anda tidak perlu bersusah payah untuk membuatnya bersih. Pastikan sirkulasi udara di kandang sapi lancar dan tidak lembab. Ketika kandang sapi yang Anda bangun lembaba, maka akan memudahkan bakteri dan virus berkembang biak. Anda juga harus paham lokasi dimana kandang sapi akan dibangun. Apabila Anda berada di dataran rendah, pastikan Anda memiliki kandang yang terbuka. Namun, jika Anda berada di dataran tinggi, pastikan kandang Anda tertutup, guna melindungi sapi dari udara dingin.

Lantai

Kriteria lantai yang baik adalah kuat, tidak licin dan tidak kasar, dan tahan lama. Lantai dari kandang sapi harus mampu menopang berat beban diatasnya agar tidak ambles. Anda bisa membuat lantai kandang api dari pasir semen, tanah yang dipadatkan, beton, dan kayu yang kedap air.

Atap

Gunakan bahan seng, genteng, asbes, atau rumbia untuk membuat atap dari kandang sapi Anda. Apabila Anda berada di dataran rendah atau di daerah yang suhunya tinggi, maka lebih baik untuk menggunakan bahan genteng. Setiap bahan memiliki tingkat kemiringan yang berbeda – bedar. 15% – 20% untuk bahan seng atau asbes, 30% – 45% untuk bahan genteng, dan 25% – 30% untuk bahan rumbia. Ketinggian atap pun juga berbeda – beda. Apabila Anda membangunnya di dataran tinggi, maka pastikan atap memiliki ketinggian 2,5 – 3,5 meter. Sedangkan jika di dataran rendah, pastikan atap memiliki ketinggian 3,5 – 4,5 meter

Gang

Gang yang dimaksud disini adalah jalan yang terletak di dua kandang individu. Adanya gang ini untuk mempermudah pengelolaan seperti pembuangan kotoran dan pemberian makan dan minum. Lebar dari gang tergantung pada bagaimana bentuk kandang sapi Anda. Biasanya, lebarnya berkisar 1,2 – 1,5 meter. Pastikan, di gang tersebut, Anda bisa membawa gerobak atau kereta dorong untuk mengangkut berbagai keperluan sapi.

Dinding bangunan

Anda bisa menggunakan kayu, bambu, atau tembok untuk membuat dinding kandang sapi. Pastikan tinggi dinding kandang sapi lebih tinggi dibandingkan tinggi si sapi. Bagi Anda yang membangun kandang sapi di dataran rendah, maka Anda bisa menggunakan bambu dan kayu sebagai bahan dasar untuk membangun dinding. Sedangkan jika Anda berada di dataran tinggi, gunakan tembok. Hal ini dikarenakan intensitas angin di dataran tinggi lebih besar dibandingkan di dataran rendah.

Selain itu, Anda juga harus melengkapi kandang dengan berbagai perlengkapannya. Adalah selokan air, palungan, dan tempat untuk menampunh kotoran.

Berbagai sumber.

Keunggulan yang Akan Anda Dapatkan dengan Beternak Sapi Madura

Sapi Madura merupakan salah satu jenis sapi hasil pembauran dari berbagai tipe sapi potong, yaitu sapi Zebu (Bos indicus) dan sapi Bali (Bos sondaicus). Pejantan yang pernah masuk ke Madura adalah Santa Gestrudis, Red Denis. Kedua jenis sapi tersebut termasuk dalam bangsa Bos taurus. Biasanya ada juga persilangan yang dilakukan antara Sapi Brahman dengan Sapi Shorthorn.

Sapi Madura merupakan salah satu jenis sapi potong dengan tipe yang kecil. Sapi Madura berkembang dengan sangat baik di habitat aslinya, Madura. Terdapat isu yang menunjukkan bahwa karena adanya seleksi negatif, produktivitas jadi menurun. Selain itu, karena adanya faktor inbreeding, membuat pulau Madura merupakan wilayang yang tertutup untuk sapi potong jenis lain.

Sapi Madura akan tumbuh dan berkembang dengan sangat baik di lingkungan yang kering. Selain itu, daya tahan tubuh Sapi Madura juga sangat bagus. Sehingga, Sapi Madura jarang terkena penyakit. Namun, semuanya ini kembali ke bagaimana pemilik merawat Sapi Madura. Selain itu, sapi ini juga mampu memiliki bobot lebih dari 500 kg. Sapi Madura tidak hanya diternak untuk sapi potong saja. Namun, Sapi Madura memiliki nilai sosial dan budaya. Biasanya, Sapi Madura dilombakan sebagai sapi Sonok dan sapi Kerapan.

Salah satu acara yang sangat khas di Pulau Madura adalah perlombaan balap sapi. Bagi Anda yang sedang berada di Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pulau Madura, untuk melihat bagaimana ternak sapi disana.

Masyarakat lebih mengenal lomba balap sapi dengan istilah karapan sapi. Anda tidak bisa menggunakan sapi sembarangan untuk ikut perlombaan ini. Jenis sapi yang harus Anda lombakan adalah Sapi Madura. Pemerintah Madura benar – benar menjaga kemurnian Sapi Madura. Bahkan Pemerintah juga mengeluarkan peraturan, bahwa sapi dari luar Pulau Madura tidak boleh masuk. Sapi yang memiliki kualitas yang bagus, adalah sapi yang bisa berlari dengan kencang.

Bagi Anda yang belum bisa membedakan ciri Sapi Madura dengan sapi jenis lain, berikut ini adalah ciri – ciri yang bisa Anda perhatikan untuk membedakan sapi Madura dan sapi jenis lain. Biasanya, warna dari Sapi Madura adalah merah cokelat atau merah bata. Ia juga memiliki tanduk yang pendek dan kecil. Tumbuh dari tanduk Sapi madura, mengarah keluar.

Apakah Anda tertarik untuk beternak Sapi Madura? Berikut ini adalah keunggulan yang akan Anda rasakan ketika Anda beternak Sapi Madura. Walaupun kualitas pakan yang Anda berikan pada Sapi Madura rendah, namun pertumbuhan dari Sapi Madura sendiri tetap baik. Kualitas daging yang dihasilkan juga baik, dan memiliki presentase karkas yang cukup tinggi. Sapi Madura sangat mudah untuk beradaptasi pada lingkungan tropis. Namun, Anda harus berhati – hati, karena Sapi Madura memiliki kecepatan lari yang cukup tinggi.

 

Keunggulan yang akan anda dapatkan dengan beternak sapi PO

Salah satu jenis sapi yang diminati oleh banyak pembeli ketika akan tiba Hari Raya Qurban adalah sapi jenis PO (Peranakan Ongole). Dulu, sangat mudah untuk mendapatkan sapi jenis peranakan ongole karena terdapat stok yang cukup berlimpah di beberapa pasar hewan. Namun, di zaman yang semakin modern ini, banyak orang lebih tertarik untuk beternak sapi simmental dan sapi limousin. Sehingga, di beberapa daerah, sapi jenis peranakan ongole menjadi sulit untuk ditemukan. Bahkan, bisa dikatakan sapi jenis peranakan ongole mulai langka.

Apabila Anda berada di Jawa Timur, Anda akan mudah menemukan sapi jenis peranakan ongole di daerah Lamongan dan Tuban. Namun, Anda akan sulit menemukan sapi jenis peranakan ongole di daerah Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi dan Jember. Sehingga, bagi Anda yang berminat untuk beternak sapi jenis peranakan ongole, Anda bisa membeli sapi jantan dan betina di daerah Lamongan dan Tuban.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah masih terdapat sapi jenis peranakan ongole. Namun, tren sapi sekarang ini mulai bergeser ke sapi jenis limousin dan sapi simmental atau sapi metal.

Sapi jenis peranakan ongole juga dikenal dengan sapi Jawa. Hal ini dikarenakan pusat perkembangbiakan dan penyebaran sapi jenis peranakan ongole ada di Pulau Jawa. Konsentrasi dari penyebaran sapi jenis peranakan ongole yang terpadat ada di daerah Jawa Timur (Nganjuk, Bojonegoro, dan Magetan) dan Jawa Tengah (Wonogiri, Gunung Kidul, dan Grobogan). Untuk di daerah luar jawa sendiri, sudah sampai ke Sumatera, tepatna di Tapanuli dan Aceh.

Ciri – ciri dari sapi jenis peranakan ongole adalah ukuran sapi dewasa yang sedang (tidak besar dan tidak kecil), dan ada gelambir yang menggantung dengan longgar dan lebar. Ukuran tubuhnya panjang, dan lehernya pendek. Tanduk yang dimiliki oleh sapi jenis peranakan ongole tidak panjang dan tidak lancip. Apabila Anda lihat lebih dekat pada pangkal tanduknya, Anda tidak akan melihat adanya retakan. Untuk membedakan sapi jantan dengan sapi betina, pada sapi jenis peranakan ongole jantan, warna kepalanya adalah abu – abu tua, dan lehernya berwarna hitam. Anda harus bersabar untuk menunggu sapi jenis peranakan ongole menjadi dewasa, karena dibutuhkan waktu 4 tahun. Sapi jenis peranakan ongole membutuhkan waktu yang cukup lama untuk tumbuh dewasa. Apabila Anda merawatnya dengan intensif dan benar, maka bobot sapi jantan mampu mencapai 800 kg. Sedangkan untuk bobot sapi betina bisa mencapai 500 kg. Apabila sapi jenis peranakan ongole baru lahir, maka bobotnya sekitar 25 kg.

Berkurangnya peminat masyarakat untuk beternak sapi jenis peranakan ongole dikarenakan sapi ini memakan waktu yang cukup lama untuk tumbuh dewasa. Berbeda dengan sapi jenis limousin dan sapi simmental atau sapi metal, yang membutuhkan waktu yang singkat.

Walaupun begitu, sapi jenis peranakan ongole memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh sapi jenis lain seperti tahan akan cuaca yang panas. Selain itu, daya tahan tubuh yang dimiliki oleh sapi jenis peranakan ongole lebih baik dibandingkan sapi jenis leinnya. Yang terakhir, sapi jenis peranakan ongole memiliki aktivitas reproduksi induk yang cepat. Sehingga, memungkinkan aktivitas reproduksi induknya untuk normal dengan cepat setelah beranak.

Bhumi Andhini Farm and Education.