Archive / January, 2016

Kunjungan ke kandang peternak

Hunting dan survey kandang hari ini, tim BAFE Managemen sampai ke daerah Playen,Wonosari.

Yang pertama, silaturahmi ke rumah kang Sukat,seorang pemain senior sapi potong di wilayah tersebut.
Dalam diskusi kami dg kang Sukat…alhamdulillah banyak informasi mengenai kelemahan budidaya sapi potong secara tradisional yg tidak profitable dan kurang tersedianya pasokan pakan ternak yg ada di lapangan (tentunya hal ini menyebabkan peternak tradisional selalu merugi a.k.a pailit). Terbukti dari kandang kang Sukat yg kosong melompong.

kunjungan ke kandang peternak

Mas ilham, mas rudi, mas lutfi dan saya bersama2 memberikan edukasi secara lisan kepada kang Sukat tentang pengelolaan ternak yang baik agar hasilnya optimal (profitable) dari berbagai metode BAFE Managemen.
Setelah ngobrol dan diskusi 45 menit dengan suguhan teh panas khas playen.

Alhamdulillah paras wajah kang Sukat mulai sumringah dan segar.. ūüôā

Lalu dengan semangat, kang Sukat mengajak kami mengunjungi kandang kelompok ternak ‘Lembu Makmur’ yang menurut saya jauh dari kategori ‘makmur’.
Karena kandang kapasitas 200an ekor sapi hanya terisi 5 ekor sapi yg kurang terurus.

Insya Allah…..kang Sukat akan mengajak rekan2nya ikut pelatihan di BAFE Managemen pada tgl 20-22 januari 2016, untuk belajar ilmu pengelolaan ternak sapi potong yg baik dan benar.
Hati-hati kang Sukat….anda dan peternak sapi potong di Playen,Wonosari akan kami jadikan peternak Sukses. Aamiin

Indonesia darurat daging sapi

Pada tahun 2016 ini, pemerintah indonesia melalui kementerian peternakan (kementan) telah memiliki program guna menekan jumlah import tahun ini yaitu membangun sentra peternakan rakyat (SPR) di seluruh indonesia dan pengadaan 50.000 ekor sapi indukan. Dana sebesar Rp 2,3 triliun untuk SPR dan Rp 1,5 triliun untuk pengadaan sapi indukan telah telah masuk dalam APBN 2016, kedua program ini di usulkan mendapatkan tambahan anggaran lagi guna tercapainya dan meningkatnya populasi sapi dalam negeri.

Menurut sumber yang admin baca, program SPR akan dibangun di 50 kabupaten dan di 17 provinsi seluruh indonesia. Pembangunan tiap SPR membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 1,2 miliar. Setiap SPR akan diisi oleh 1.000 ekor sapi indukan milik para peternak rakyat dan ditambah dari pengadaan sapi indukan impor yang dilakukan pemerintah.

Populasi sapi di Indonesia saat ini hanya sekitar 12,36 juta ekor, menyusut lebih dari 3 juta ekor dalam 3 tahun. Pada 2012 populasi sapi di Indonesia masih 15,98 juta ekor.‚Äé Karena itu, Indonesia membutuhkan banyak sekali sapi indukan untuk meningkatkan populasi sapi dan mencapai swasembada daging sapi.

Peternakan dan pusat pelatihan industri sapi poton

Jenis jenis sapi potong

bhumi andhini (5)

Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).

Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.

Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

Sapi Brahman (dari India), banyak dikembangkan di Amerika. Persentase karkasnya 45%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.

 

Berbagai sumber.